Menuju Rakernas III IPPAT 2027: Bursa Calon Ketum dan MKP Mulai Menyeruak, Ladrang Kunto Tekankan Soliditas Organisasi

Notaris- PPAT177 Views

Ladrang Kunto Anuraga, S. H.  Sp. Not. Salah seorang PPAT Senior di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. ( FOTO : Dok. Redaksi)

MAGELANG(INDONESIAPUBLISHER.COM) –  Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP-IPPAT) resmi mengundang seluruh Pengurus, Majelis Kehormatan, dan Anggota IPPAT untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III sekaligus Prakongres IPPAT Tahun 2027. 

Hajatan besar organisasi ini rencananya akan diselenggarakan pada 31 Januari hingga 2 Februari 2027 di Hotel Pullman Jakarta Central Park.

Salah seorang  PPAT senior asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ladrang Kunto Anuraga, S.H., Sp.Not., menilai agenda ini sebagai momentum yang sangat strategis.

Menurutnya, Rakernas III bukan sekadar seremonial, melainkan wadah penting untuk memperkuat konsolidasi internal, mendongkrak profesionalisme anggota, serta merumuskan arah kebijakan organisasi di masa depan.

Pada penyelenggaraan kali ini, sesi Upgrading akan mengusung tema: “Optimalisasi Peran PPAT dalam Pelayanan Peralihan Hak Atas Tanah yang Terintegrasi, Cepat, Pasti, Transparan, dan Akuntabel.”

“Mari bersama menyukseskan RAKERNAS III (PRAKONGRES) IPPAT 2027.

“Mari ambil bagian untuk berkontribusi menentukan arah perjalanan organisasi, serta membangun regenerasi kepemimpinan sebagai wujud komitmen mewujudkan organisasi yang solid, adaptif, dan berintegritas,” ujar Ladrang Kunto saat ditemui dalam edisi Bincang-Bincang Siang (BBS)  secara Eksklusif  oleh INDONESIAPUBLISHER.COM di kantornya baru-baru ini.

Bursa Calon Formatur Mulai Menyeruak

Selain agenda kerja, tensi organisasi menjelang Prakongres juga mulai menghangat seiring munculnya nama-nama Bakal Calon Ketua Umum (Bacakum) PP IPPAT serta Bakal Calon Anggota Majelis Kehormatan Pusat (MKP) IPPAT untuk masa bhakti 2027–2030. 

Nama-nama tersebut dinyatakan telah lolos verifikasi persyaratan oleh Tim Verifikasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat empat nama yang siap berkompetisi memperebutkan kursi Ketua Umum PP IPPAT untuk periode 2027 – 2030, antara lain:

  1. Dr. Nia Tresnawati, S.H., SPI
  2. Ruli Iskandar, S.H.
  3. Dr. Juniety Dame Purba, S.H., Sp.N., M.H.
  4. Wedy Asmara, S.H., Sp.N.

Sementara itu, untuk bursa Bakal Calon Anggota Majelis Kehormatan Pusat (MKP) IPPAT periode 2027 – 2030, terdapat 12 nama yang lolos verifikasi, yaitu:

  1. Dr. Hapendi Harahap, S.H., Sp.N., M.H.
  2. Julius Purnawan, S.H., M.Si., Ph.D.
  3. Firdhonal, S.H.
  4. Dr. Melati Sinaga, S.H., Sp.N., M.Kn., M.H.
  5. Winter Sigiro, S.H., M.H.
  6. Dr. Pandam Nurwulan, S.H., M.H.
  7. Siauw Henry Leoprayogo, S.H., Sp.N.
  8. Merry Susanti Siaril, S.H.
  9. Siti Anggraeni Hapsari, S.H., M.H.
  10. Dr. H. Wira Franciska, S.H., M.H.
  11. Irene Kusumawardhani, S.H., Sp.N.
  12. Iin Suny Atmadja, S.H., M.H.

Harapan untuk Pemimpin Masa Depan

Menanggapi kemunculan para kandidat tersebut, Ladrang Kunto menyatakan optimismenya.

Ia meyakini para figur yang maju merupakan kader terbaik yang memiliki jam terbang tinggi, berwawasan luas, serta memegang teguh integritas. 

Kendati demikian, ia menitipkan pesan mendalam agar IPPAT terhindar dari konflik internal yang merugikan anggota.

Ladrang mengingatkan agar organisasi belajar dari dinamika eksternal, seperti yang sempat terjadi pada Ikatan Notaris Indonesia (INI) terkait isu dualisme kepemimpinan atau fenomena “matahari kembar”. 

Menurutnya, kondisi semacam itu menciptakan situasi yang tidak nyaman bagi seluruh anggota di tingkat bawah.

“Harapan saya, siapapun yang terpilih nanti harus bisa mengakomodir semua pihak dan mengaspirasi dengan baik. Konsepnya adalah tidak hidup dari organisasi, tetapi bagaimana kita bisa menghidupkan organisasi,” tegas Ladrang.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan era Ketua Umum PP IPPAT saat ini, Hapendi Harahap, yang dinilai sukses meredam tensi dan mendinginkan suasana organisasi selama masa jabatannya.

Sebagai penutup, Ladrang mengajak seluruh anggota untuk menanggalkan ego sentris dan bersikap objektif demi kemajuan bersama. 

Ia menekankan bahwa sejatinya pengurus adalah pelayan bagi anggota, bukan sebaliknya.

“Untuk rekan-rekan yang belum beruntung dalam kompetisi nanti, mohon untuk berlapang dada dan bersikap gentle mendukung program-program pemenang. Jangan menjadi duri yang membuat organisasi memanas. Kita harus mau mendengar, objektif, dan mengayomi seluruh anggota,” pungkasnya. (erd/zns/tim/red)

 

Laporan : Eri Romandhoni & Yustina Arini Putri

Editor : I Nengah Kesuma Wardhani 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed