INI Kehilangan Idealisme Dan Kesampingkan Substansi Kebenaran

Notaris senior di Jawa Tengah dan DIY, Stefanus Artanto, S. H. dan isteri di Sumba Juli 2026

SEMARANG(INDONESIAPUBLISHER.COM) – Menjelang perhelatan Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) ke-XXV yang rencana akan berlangsung di hotel  Padma Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 21 – 23 Oktober 2026 mendatang, , atmosfer di dalam tubuh organisasi profesi tertua ini justru diselimuti ketegangan.

Alih-alih disambut dengan optimisme dan suka cita oleh seluruh anggota, situasi internal INI dinilai kian carut-marut akibat perseteruan dua kubu yang saling mengklaim memiliki legal standing masing-masing.

Kondisi memprihatinkan ini memicu keprihatinan mendalam dari salah seorang Notaris Senior di wilayah Jawa Tengah dan DIY, Stefanus Artanto, S.H.

Ia menilai konflik berkepanjangan ini telah mengikis nilai-nilai dasar organisasi.

“Ini kehilangan idealisme dan mengesampingkan substansi kebenaran,” ujar Stefanus Artanto  dalam keterangannya kepada media nasional INDONESIAPUBLISHER.COM pada Selasa (29/9).

Stefanus menduga ada indikasi kuat masuknya kepentingan pihak luar yang memanfaatkan situasi konflik internal ini.

Menurutnya, hal tersebut sangat masuk akal terjadi di tengah situasi karut-marut saat ini, di mana internal INI—sadar atau tidak sadar—telah dimanfaatkan untuk kepentingan di luar idealisme mulia organisasi profesi yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut.

Lebih lanjut, Stefanus mengingatkan seluruh rekan sejawatnya untuk menjaga marwah profesi dan tidak membiarkan organisasi mereka mengalami degradasi nilai.

“Kita mesti waspada untuk tidak mau INI disamakan dengan partai politik (parpol) yang bisa dibeli dan diperalat untuk tujuan praktis,” tegasnya.

Sebagai solusi untuk keluar dari krisis kelembagaan ini, Stefanus menekankan pentingnya kehadiran sosok pemimpin yang matang secara moral dan visi.

Menurutnya, masa depan organisasi kini bergantung pada kerelaan para kader untuk mengedepankan kepentingan bersama.

“Butuh jiwa besar dan pemuka bijak dari kalangan kader notaris sendiri yang bisa merengkuh kejayaan INI ke depannya. Semoga,” pungkas Stefanus.

Konflik dualisme di tubuh INI memang menjadi tantangan terberat organisasi saat ini.

Pandangan dari tokoh-tokoh senior seperti Stefanus Artanto diharapkan mampu menjadi alarm pengingat bagi kedua kubu untuk segera melakukan refleksi demi menyelamatkan masa depan profesi notaris di Indonesia. (tdr/tid/red) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *