Sosialisasi E-PHTB Dirjen Pajak Dan Audiensi INI-IPPAT Kabupaten Magelang Dengan KPP Pratama Magelang

Notaris- PPAT172 Views
Sosialisasi E-PHTB Dirjen Pajak Dan Audiensi INI-IPPAT Kabupaten Magelang Dengan KPP Pratama Magelang

MAGELANG, INDONESIAPUBLISHER.COM – Bertempat di hotel Grand Artos Kota Magelang , Jawa Tengah pada Selasa, 9 Maret 2021 lalu  mulai  pukul 13.00 WIB hingga  selesai diadakan Sosialisasi Elektronik  Peralihan Hak Atas Tanah atau Bangunan (E-PHTB) Direktoral Jenderal Pajak (DJP) dan audiensi INI-IPPAT Kabupaten Magelang   dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Magelang.

Sambutan Ketua Pengda IPPAT Kabupaten Magelang, R. Giardi Suharjanto,SH,M.Kn

Ketua Pengda IPPAT Kabupaten Magelang, R. Giardi Suharjanto,SH,M.Kn dalam sambutannya mengemukakan, Kami mewakili  rekan-rekan dari INI-IPPAT Pengda Kabupaten Magelang mengucapkan  selamat dating dan rasa  terimakasih yang sebesar-besarnya kepada  Bapak Surdiyono dari KPP PratamaMagelang bersama jajarannya  yang berkenan hadir  dalam Sosialisasi E-PHTB ini.  Yang mana pada kesempatan  ini,  rekan-rekan Notaris-PPAT  akan  menerima bimbingan dan pelatihan terkait dengan layanan online atas  kegiatan  untuk validasi pajak.  Harapannya,  ke depan, meski  dari kantor   kita  masing-masing  bila  akan mengajukan permohonan validasi,  maka bisa diakses  melalui layanan E-PHTB.  Tentunya  ini  akan meringankan proses  yang kita lakukan  maupun  wajib  pajak sendiri.

Paparan dari KPP Pratama Magelang

Giardi menambahkan, sebenarnya  prinsipnya kan  pemohon langsung yang  melakukan  validasi itu.  Setelah dibayar, wajib pajak melakukan Validasi ke kantor Dirjen Pajak Magelang. Tetapi  biasanya  karena prosesnya  terlalu rumit  maka  Notaris  membantu.   Tentunya  dengan system E-PHTB tersebut bagi pemohon atau wajib pajak yang mau  mengurus maupun  Notaris yang  membantu untuk menguruskan itu, maka tidak akan kesulitan.  Jadi, dengan layanan online itu, tidak perlu harus  meninggalkan kantor  cukup diproses  dari kantor saja. Sehingga dijanjikan cukup 1 menit saja  dari yang sebelumnya sesuai SOP-nya  bisa lebih dari itu,bisa 1 Minggu,2 Minggu bahkan 1 bulan. Sekali lagi,kamisangat  menyambut  baik gebrakan E-PHTB ini dan semoga ilmu yang  diberikan  bisa  bermanfaat buat kita  semua.

Peserta Sosialisasi E-PHTB

Kepala Seksi Pelayanan Kantor Pajak Pratama (KPP) Magelang, Surdiyono mengatakan, selama ada berkas   masuk sampai berkas keluar itu , berkaitan dengan Sosialisasi E-PHTB, di era sekarang ini kan memang dituntut ke era pelayanan digital. Jadi,kalau dulu berkas permohonan itu kita proses  secara manual baik diantar langsung mapun via pos, sekarang kita arahkan untuk kearah pelayanan digital.

Notaris Yudha tengah bertanya kepada DJP Magelang

Dikatakan lagi oleh Surdiyono, ini  sebenarnya untuk melengkapi menu-menu digital. Kalau di hari jauh-jauh  sebelumnya kita kan sudah memperkenalkan pelaporan secara digital  atau E-Filing.  Jadi, pemohon tidak datang ke  kantor, sampai berantri-antri ria,  hal demikian juga untuk memudahkan pelayanan agar efektif dan efisien kepada masyarakat terutama berkaitan dengan pekerjaan rekan-rekan Notaris-PPAT di Kabupaten Magelang kaitannya dengan E-PHTB.

Slamet Supriyadi tengah bertanya kepada DJP Magelang

“Ke depan terkait dengan rote map-nya kita memang arahkan layanan  tanpa kontak fisik, apalagi ditengah  suasana pandemic  seperti saat ini. Sehingga nanti terkait pengajuannya kemudian  kita proses  di internal KPP,pada saat selesainyapun  nanti juga sudah bisa ditampilkan,kira-kira  seperti itu arahnya,”jelas Surdiyono.

Ardianto tengah bertanya kepada DJP Magelang

Pejabat KPP Pratama  lainnya,Koharuddin menambahkan, dan apalagi Direktorat Jenderal  Pajak nanti  akan mengenalkan 3 C tadi yakni Click, Call dan Counter. Jadi  semua wajib pajak itu  memang  nanti diarahkan untuk secara online.  Untuk mengurangi kontak fisik  antara pemohon dengan petugas di KPP Pratama Magelang. 

Koharuddin  menguraikan  lagi, begini, memang untuk sosialisasi E-PHTB baru kali pertama ini kita kenalkan kepada Notaris-PPAT  khususnya di Kabupaten Magelang.  Dari Dirjen Pajak  tentunya sosialisasi ini nanti  akan terus berjenjang, ini supaya para wajib pajak-wajib pajak mengenal betul  layanan E-PHTB ini.  Untuk mempermudah permohonan juga, entah pas di rumah atau dikantor bisa mengajukan permohonan BPHTB.

Murtiwi Arif tengah bertanya ke DJP Magelang

Dan ditahun lalu,urai  dia lagi, untuk fasilitas-fasilitas  insentif perpajakan  karena Covid-19, itu juga pengajuannya  memakai DJP Online,sehingga tidak  ada kontak dengan petugas. Semua diproses dengan online sistem.  Tujuannya  agar pelayanannnya praktis,mudah,cepat dan waktunya fleksibel. 

“Kami  juga menghimbau  kepada  seluruh wajib pajak  baik di Kota maupun  Kabupaten  Magelang khususnya  adalah karena ini merupakan  memasuki bulan-bulan SPT tahunan ,baik itu SPT PPH Pribadi  maupun SPT PPH Badan Hukum ,jika  SPT PPh Pribadi  berakhir tanggal 31 Maret ,Jika  SPT  Badan  Hukum berakhir di bulan  April  kami mohon  kepada seluruh wajib pajak terutama di Kota dan Kabupaten Magelang segera  melaporkan SPT-nya  daripada  nanti diakhir-akhir deadline baru lapor  nanti  malah mengalami sesuatu hal yang tak diinginkan  seperti  berdesak-desakan dan lain sebagainya .

Pada  kesempatan  itu,  Pihak dari  Dirjen Pajak Magelang  juga  memberikan kesempatan  kepada  rekan-rekan  Notaris-PPAT  Magelang  untuk  menyampaikan  “uneg-unegnya”  dalam hal sesi Tanya  jawab  berkaitan dengan  “case to case” atau  permasalahan-permasalahan  yang   dihadapi  para  Notaris-PPAT  di  lapangan.  Nampak  Notaris-PPAT Ivan Damopoli,  Anita, Yudha, Ardianto, Murtiwi Arif,  Slamet  Supriyadi  dan  beberapa  Notaris-PPAT lainnya  pada  saat  itu  melayangkan pertanyaannya kaitan  dengan  kendala  pengajuan  permohonan validasi  dan pertanyaan berbeda  dengan  tingkat kasuistis yang berbeda.

Dengan  sabar, lugas,  terurai,bernas,  padat,terarah dan terukur,  Kasi Pelayanan Pajak  KPP  Pratama Magelang, Surdiyono bersama jajarannyapun  menjawab  satu demi satu  pertanyaan  yang dating  dari rekan-rekan  Notaris-PPAT.  Sehingga  Nampak  tercipta  suasana  yang dialogis,guyup,  familiar  dan menyamakan persepsi  satu  sama lain  dan terbangun  jalinan komukatif  antara  kedua belah pihak. (jal/ers/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *