Foto bersama Narasumber, Jajaran Pengda IPPAT Kota Semarang, panitia dan seluruh peserta acara Pembekalan Ujian PPAT dan Praktek Ujian Sistem Computer Based Test ( CBT) hari Sabtu, (10/1/2026) bertempat di Guntur Hall hotel Grasia Jl. Jenderal S.Parman, Kota Semarang.
SEMARANG,(Indonesiapublisher.com) – Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Kota Semarang ( Pengda IPPAT Kota Semarang) kembali menyelenggarakan acara Pembekalan Ujian PPAT dan Praktek Ujian Sistem Computer Based Test ( CBT) pada hari Sabtu, (10/1/2026) bertempat di Guntur Hall hotel Grasia Jl. Jenderal S.Parman, Kota Semarang.

Ketua Panitia Pembekalan Ujian PPAT dan Praktek Ujian dengan Sistem CBT Pengda Kota Semarang IPPAT, Diah Purwaning Nugrahini ,SH,M.Kn. melaporkan, Syukur Alhamdulillah acara tersebut diikuti sebanyak 68 peserta.
Dikatakan lagi oleh Diah Purwaning Nugrahini, mereka adalah para Calon PPAT yang datang dari seputaran Jawa Tengah dan juga tentu banyak juga dari luar daerah bahkan Luar pulau.



Ketua Pengda IPPAT Kota Semarang, Dr. Mohammad Hafidh, SH, M. Kn dalam sambutannya menyampaikan, Pengda Kota Semarang IPPAT memang selalu tampil beda dan selalu yang terdepan dengan pengda INI – IPPAT yang lainnya di Indonesia.
Diterangkan oleh Dr. Mohammad Hafidh, maksudnya dalam hal penyelenggaraan Seminar atau upgrade keilmuan seperti pada acara INI- IPPAT Pengda Kota Semarang. Kita selalu lebih terdepan dalam mengusung tema yang lagi update.

Dan berkaitan dengan Pembekalan ujian PPAT dan Praktek Ujian Sistem CBT ini, tentu ada yang beda dari penyelenggaraan pembekalan atau bimtek dalam menghadapi ujian PPAT lainnya. Disini, seluruh peserta kita siapkan laptop satu per satu dengan langsung praktik ujian dengan sistem CBT.

“Kami tadi lihat rupanya para peserta merasa antusias dan tertarik dalam mengikuti pembekalan ujian PPAT dan Praktik Ujian Sistem CBT ini, sekali lagi selamat dan sukses kepada seluruh peserta”, ujar Dr. Hadidh.
“Dan kita sudah ke sekian kalinya menggelar acara ini, dan merupakan Pengda IPPAT pertama di Indonesia yang melakukannya”, tandanya.

Sedangkan sang narasumber, Dr. Hatta Isnaini Wahyu Utomo, SH, M. Kn yang merupakan Notaris- PPAT Kabupaten Gresik, Dosen Fakultas Hukum Universitas Yos Sudarso Surabaya & Akademisi itu menerangkan, tadi saya membawakan beberapa materi yaitu :hukum tanah, hukum dan resiko dagang, pendaftaran tanah dan Akta PPAT.
Dr.Hatta Isnaini yang juga selaku Sekretaris Pengwil Jawa Timur INI tersebut menguraikan kembali, selanjutnya setelah paparan, langsung akan dilanjutkan dengan simulasi berupa praktik ujian dengan sistem CBT.
” Anntusiasme terlihat disini, karena suasana ujian dengan sistem CBT tersebut secara riil akan berasa saat seluruh peserta pembekalan ujian PPAT itu seolah akan mengikuti pada ujian PPAT yang sesungguhnya “, tegasnya.
Hatta Isnaini menandaskan, bahwa praktik ujian sistem CBT tersebut adalah praktik ujian dengan berbasis komputer. Jadi mengerjakan soal-:soal ujian dengan komputer dan secara real time akan keluar hasil skor nilainya. Adapun materi soalnya berupa multipol choise ( pilihan ganda). Peserta diminta untuk memilih jawaban yang benar. Jumlah soal berkisar 100 soal. Metode CBT itu secara akurat terang saja akan membantu hasil akhir penentuan skor atau nilai yang diraih oleh setiap peserta pembekalan ujian PPAT ini.

Menurut peserta asal Kabupaten Banyumas, Dr. Wahyu Adi Wibowo,SH,M.Kn, menerangkan, jadi kalau saya sudah mengikuti pembekalan ujian PPAT ini kedua kali.
Dr.Wahyu Adi Wibowo yang juga Notaris di Banyumas ini menguraikan lagi, saya pada tahun 2022 sudah mengikuti lantas lulus passing grade tapi dipe-rangkingan belum berhasil. Artinya, seandainyapun dengan cermin yang kemarin saya belum berhasil, sekarang belum berhasil berarti pola pembelajaran saya harus melengkapi. Ketika sekarang harus try out terkait pola bagaimana bisa mengisi seperti pada ujian dan ini adalah sebuah pembelajaran metode yang bagus untuk guna melengkapi bagaimana saya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian PPAT, dengan berbagai piranti : yang pertama,media online saya harus. Yang kedua, pembelajaran / bimtek harus saya ikuti. Ketiga, dan sekarang adalah try out secara dalam mengikuti ujian PPAT yang sebenarnya nanti itu seperti apa , Terkait pembagian waktu, pola pengisian. Itu yang menurut saya penting, bagaimana kita menyiapkan mental / psikis. Maka waktu dalam CBT tersebut harus kita kelola untuk kita manage dengan baik.
Dr.Wahyu Adi Wibowo berharap, harapannya misalkan jika kita nilai passing gradenya 80 itu bukan jumawa. Namun ini bisa menjadi cambuk juga bagi saya dan teman-teman teman semua yang mengikuti try out ini, berarti yang harus dipersiapkan ini dan itu katakan.
Kata- kata dari saya hari ini ” Persiapkan dan mapankan diri sebagai PPAT Sebelum Kamu Dinyatakan Lulus”. Artinya, bagaimana kita lulus kalau kita belum menjadi mapan dan bersiap diri. ” Hari ini kita menatap masa depan menjadi PPAT”, ujarnya.

Sedangkan peserta lainnya yang juga Notaris di Kabupaten Kendal, Jessica Mutiamas Salamoru,SH,M.Kn. mengatakan, saya termotivasi untuk mengikuti acara pembekalan ujian PPAT dan praktek dengan sistem CBT yang dihelat oleh Pengda IPPAT Kota Semarang tersebut karena saat ini saya sudah Notaris dan untuk mempersiapkan diri saya sebagai bekal menuju ujian PPAT nantinya.
Diterangkan oleh Jessica, kebetulan saya tinggal di Semarang maka ada moment/ kesempatan pembekalan ini ya saya ikuti. Dan paparan materi dari Dr.Hatta Isnaini Wahyu Utomo saya rasa sangat detail, lengkap, mudah dipahami, apalagi beliau seorang tokoh praktisi Notaris dan PPAT yang juga seorang Akademisi yang sudah terkenal ya
Terakhir dari saya, buat rekan-rekan Notaris yang belum PPAT atau peserta pembekalan ujian PPAT yang mengikuti acara ini, tetap semangat untuk belajar, sambil dijalani saja dan jangan terlalu ” ngoyo” dan mantap dalam melangkah ke depan, pasti bisa lulus ujian PPAT nantinya”, jelasnya.

Sementara itu, peserta lainnya asal Kota Semarang , Ivan Ricardo Gito Wardojo,SH,M.Kn. mengatakan, saya tertarik untuk mengikuti kegiatan pembekalan ujian PPAT ini ,karena : pertama, untuk bekal saya kira- kira materi apa saja nanti yang harus saya persiapkan untuk mengikuti ujian PPAT nantinya.

Lalu yang kedua lanjut Ivan Ricardo lagi, disinikan dengan judul Pembekalan ujian PPAT dan praktek ujian Sistem CBT pastinya ada materi – materi yang diberikan. Ternyata benar,cari narasumber Dr.Hatta Isnaini tersebut beliau memberikan materi – materi yang sangat baik untuk kami, karena apa yang tidak kita dapatkan dikampus selama perkuliahan ternyata itu beliau sampaikan disini.
” Dari saya kata- kata hari ini, ” pokoknya persiapkan sebaik mungkin dalam menyongsong ujian PPAT nanti, banyak belajar , banyak bertanya, semoga semua jalan dipermudah oleh Tuhan Yang Maha kuasa,” pungkasnya. (ers/red)










