by

“BDR” Sebagai Upaya Orangtua Menguatan Karakter Anak.

-Otomatif-339 views

Oleh: Tolhatun, S.Pd.I

       Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemeriintah, apalagi pendidikan karakter yang saat ini seperti melemah, terlihat maraknya tindakan anakhis yang tersebar baik melalui media cetak maupun online menunjkan indikasi melemahnya karakter anak-anak kita. Pendidikan karakter bukanlah pendidikan yang bisa dilihat hasilnya dengan cepat, tetapi memerlukan proses yang panjang, pendidikan merupakan hasil dari pembiasaan sejak dini, dan orang tua merupakan guru pertama yang menamkan karakter pada anak. Pembiasaan yang dilakukan sejak kecil akan tertanam kuat yang akan tercermin kembali pada kepribadian anak tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

       Di era pandemi Covid 19 ini, ketika semua lini mengurangi aktivitas di luar atau mengurangi interaksi termasuk dalam bidang pendidikan yang mengalami perubahan dratis, dari tatap muka di sekolah menjadi BDR (belajar dari rumah) harus kita manfatkan dan ambil sisi positifnya bagi orang tua.

       Kesempatan BDR bisa dimanfaatkan oleh para orangtua untuk ikut berperan menguatkan karakter pada pribadi anak-anaknya. Hal ini sesuai harapan dari Pemerintah, bahwa pembelajaran tidak selalu berorientasi pada nilai, tetapi lebih mengarah ke pengalaman hidup, untuk menumbuhkembangkan karakter. 

       ” Pendidikan Karakter” Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter. Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.

        Oleh karena itu, dalam kesempatan BDR ini, orang tua bisa ikut ambil peranan, memberikan contoh-contoh perilaku yang baik, mengawsi perilaku anak, menegur meluruskan bila terjadi penyimpangan perilaku, tidak dapat dipungkiri, pengarus informasi global melalui media massa terlbih yang bersifat online, sangatlah cepta, jiak tidak ada peran orang tua di dalam pengawasan, pembimbingan dan mngkin sangsi juga diperlukan sebagai punishment terhadap pelanggaran atau penyimpangan perilaku anak. Punishment dan reinforcement harus diberikan

       Anak harus mulai dikenalkan atau diingatkan kembali dengan kebiasaan-kebiasaan yang dapat memupuk sifat-sifat luhur.  Agar menerasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal. Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman. (Punishment dan reinforcement).

       Penanaman atau penguatan karakter  anak dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri.

       Dengan demikian pada masa BDR ini orang tua atau lingkugan rumah dapat memanfatkan kesempatan ini untuk melakukan semua itu.

                                        Penulis adalah Guru Sekolah Dasar

                                                         SDN 0 1 Kejene

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed