Prof. Jawade Hafidz Soroti Transformasi Regulasi Tanah dalam Seminar Internasional MKn UNISSULA

Dekan Fakultas Hukum UNISSULA Semarang, Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S. H.,M. H. 

SEMARANG(Indonesiapublisher.com) -Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang sukses menggelar Seminar Internasional bertema “Perbandingan Sistem Hukum Pertanahan di Indonesia dan  Malaysia” pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Acara strategis ini menghadirkan pakar hukum terkemuka sekaligus  para pembicara dalam Seminar Internasional tersebut yaitu :
1. Dr. Nurhalifah binti Musa (Keynote Speaker) Sub tema: Sistem Hukum Malaysia
2. Dr. Nur Atheefa Sufeena M Suaree
Sub tema : Sistem Hukum pertanahan di Malaysia
3. Prof. (HC). Dr. Widhi Handoko, S.H., Sp.N. Sub tema: Sistem Hukum pertanahan di Indonesia
Moderator: Dr. Ong Argo Victoria.

Saat dimintai tanggapannya atas suksesnya penyelenggaraan Seminar Internasional tersebut, Dekan Fakultas Hukum UNISSULA Semarang, Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S. H.,M. H. dalam perbincangan      dengan INDONESIAPIBLISHER.COM  pada Selasa (18/8/2026) saat ditemui di ruang kerjanya, Prof. Jawade  menyoroti dinamika dan tantangan nyata dalam pendaftaran tanah serta tumpang tindih regulasi yang kerap terjadi di lapangan.

Beliau menguraikan garis besar perbandingan tata kelola agraria antara Indonesia dengan sistem hukum internasional.

“Dunia kenotariatan terus berkembang pesat, terutama dengan adopsi teknologi digital dalam administrasi pertanahan. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dituntut tidak hanya memahami hukum positif nasional, tetapi juga wajib memiliki wawasan komparatif global agar mampu memberikan kepastian hukum yang absolut bagi masyarakat,” ujar Prof. Jawade Hafidz .

Tujuan dan Manfaat bagi Mahasiswa MKn UNISSULA

Seminar internasional ini diselenggarakan dengan tujuan utama memperluas cakrawala akademis serta membedah kelemahan dan kelebihan sistem pertanahan domestik dibandingkan dengan negara lain.
Bagi mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan UNISSULA, agenda ini membawa manfaat krusial, antara lain:
  • Penguatan Kompetensi Praktis: Membekali calon notaris dan PPAT masa depan dengan pemahaman regulasi mutakhir.
  • Kesiapan Global: Membuka wawasan internasional agar lulusan mampu bersaing di era digitalisasi agraria.
  • Analisis Kritis: Melatih kepekaan mahasiswa dalam memetakan serta memitigasi sengketa tanah yang rawan terjadi di masyarakat.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab kritis antara mahasiswa, praktisi hukum, dan narasumber.

Melalui seminar ini, FH UNISSULA kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan berkelas dunia yang memadukan nilai-nilai profesionalisme dengan integritas Islam. (zae/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed