Foto bersama usai Panitia Pelaksana kegiatan Pengda INI – IPPAT Kabupaten Brebes peduli bencana saat menyerahkan paket bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Sridadi Kecamatan Sirampog, Brebes, Sudiryo di Posko Pengungsian dan dapur umum Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, dukuh Limbangan,desa Sridadi pada Rabu Sore (25/2/2025).
BREBES(Indonesiapublisher.com) – Guna turut meringankan beban sesama terutama kepada warga terdampak tanah gerak di Dukuh Bojongsari Desa Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes,Jawa Tengah, Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah ( Pengda INI – IPPAT) Kabupaten Brebes pada hari Rabu (25/2/2026) siang menggelar kegiatan Bhakti Sosial (baksos) langsung mengunjungi Posko Kesehatan dan Dapur Umum yang berlokasi di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan Desa Sridadi.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Pengda INI – IPPAT Kabupaten Brebes peduli bencana, M.Zaenal Arifin ,S.H.,M.Kn. saat menyerahkan paket bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Sridadi Kecamatan Sirampog, Brebes, Sudiryo di Posko Pengungsian dan dapur umum Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, dukuh Limbangan,desa Sridadi
Ketua Pengda Kabupaten Brebes INI, Dr.wahyu Ririn Erawati,S.H.,Sp.N. dan Ketua Pengda IPPAT Kabupaten Brebes,Dr.Yuni Andaryanti,S.H melalui Ketua Panitia Pelaksana kegiatan baksos Pengda INI – IPPAT Kabupaten Brebes, M.Zaenal Arifin,S.H.M.Kn kepada Media Nasional INDONESIAPUBLISHER.COM disela – sela acara mengatakan, bahwa kali ini kita beranjangsana langsung ke Posko Kesehatan & Pengungsian dan dapur umum yang berlokasi di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan Desa Sridadi.

M.Zaenal Arifin,S.H.,M.Kn. menerangkan lagi, untuk daftar List kebutuhan pengungsi & dapur umum saat ini yang dibutuhkan seperti:
Pengungsian*
– pampers ukuran ukuran NBS, S, M, L, XL, XXL
– makanan ringan ( snack )
– Biskuit
– Obat obatan dasar
– minyak kayu putih
– pembalut
– sapu lidi
– sapu ijuk
– sabun cuci piring
– pengki
– Trashbag ( plastik sampah )
– Air mineral

Sedangkan untuk kebutuhan dapur antara lain yakni:
– Daging / ikan
– cabai merah /ijo
– sendok makan (plastik)
– gelas cup minum & takjil
– pisau kupas kentang
– teh
– Tahu
Untuk kebutuhan sayur, katanya lagi, menurut Kepala Desa Sridadi, Pak Sudiryo sementara cukup.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat sedikitnya 143 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 10 rumah mengalami kerusakan berat, sementara 124 lainnya berada dalam kondisi terancam. Tidak hanya hunian warga, dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan turut terdampak. Akses jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter juga ambles akibat pergerakan tanah.
M. Zaenal Arifin kembali menguraikan, kami berharap kehadiran kami dari Pengda INI – IPPAT Kabupaten Brebes bisa ikut andil dan bisa meringankan beban saudara – saudara kita yang sedang ditimpa bencana tanah gerak tersebut. Sekaligus bisa memotivasi mereka sebagai sebuah efek kejut / semangat hidup selama mereka tinggal di Posko Pengungsian ini, dan semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka semua.
Sedangkan Kepala Desa Sridadi Kecamatan, Sirampog, Kabupaten Brebes, Sudiryo mengatakan, adapun rincian Jumlah pengungsi di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir :
– Jumlah KK mengungsi : 56
– Jumlah Jiwa :116
– Jumlah balita : 17
– Jumlah anak2 : 38
– Jumlah lansia 6
– Jumlah Dewasa Normal: 55
2. Mengungsi di rumah keluarga :
– KK : 4
– Jiwa : 16
– Lansia : 0
– Balita : 3
– Anak2 : 4
– Dewasa : 9
Sementara sebagian besar masih memilih bertahan di lokasi Bojongsari dikarenakan memiliki ternak dan harta benda yang perlu di jaga dan beraktivitas di seperti biasa walaupun resiko bahaya.. Adapun untuk kebutuhan makanan di suplay bahan makanan dari pos logistik Induk ( Ponpes Bahrul quran Al Munawwir Lmbangan ).
Sudiryo juga menyampaikan, sekali lagi kami atas nama Pemerintah Desa Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes mengucapkan beribu-ribu ungkapan rasa terimakasih dan syukur kami yang tak terhingga kepada bapak/ ibu Notaris dan PPAT di Kabupaten Brebes melalui organisasi profesi Pengda INI – IPPAT Brebes yang telah Sudi kiranya untuk jauh- jauh datang ke sini, meskipun dengan berbagai kepadatan jadwal bapak/ ibu sekalian, Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan warga masyarakat kami di sini.
“Terimakasih sekali lagi, semoga bapak/ ibu sekalian selalu diberikan kesehatan, kesuksesan, kelancaran dan selalu dilancarkan segala urusannya oleh Allah SWT. Amin,” ujar Sudiryo.

Sementara itu, dibalik data dan angka, ada kisah perjuangan warga yang harus beradaptasi dengan situasi darurat. Susi Susanti, warga Dukuh Bojongsari, mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan. Ia memilih bertahan di pengungsian demi keselamatan buah hatinya.
Susi berharap kebutuhan bayi seperti popok, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia selama masa pengungsian.
Hal serupa dirasakan Tona, warga yang kala itu rumah kayunya berada di tepi hutan dan dekat aliran sungai. Setiap hujan deras turun, ia mengaku tak pernah benar-benar tenang. Garis tepi sungai yang kian mendekat membuatnya khawatir rumahnya akan terseret longsor.
“Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” tuturnya.

Tona berharap dapat direlokasi ke hunian tetap yang benar-benar aman. “Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” katanya penuh harap.
Diketahui, bencana tanah gerak ini terjadi pada Rabu (28/1/2026) silam sekitar pukul 18.00 WIB, dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat bergerak ke arah aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog. (edi/ars/red).
EDITOR : Cynthia Mega Kurniasari, S.Kom., M.,Kom.
REPORTER; Haji Zaenun Mulyadi,S.,Sos.










