Mochamad Dahlan, SH: “Amanah Jabatan Pada Organisasi Menjadi Sebuah Prioritas, Mengisi Harimu Dengan Hobi Yang Positif”

Tips109 Views

Notaris dan PPAT di Kota Yogyakarta sekaligus selaku Ketua Pengurus Daerah Kota Yogyakarta Ikatan Notaris Indonesia, Mochamad Dahlan,SH.

YOGYAKARTA(Indonesiapublisher.com)-  Notaris dan PPAT di Kota Yogyakarta sekaligus selaku Ketua Pengurus Daerah Kota Yogyakarta   Ikatan     Notaris Indonesia,     Mochamad Dahlan,SH. menyatakan, setelah ditunjuk oleh seluruh anggota  lalu terpilih sebagai Ketua Pengda Kota Yogyakarta INI Periode 2023 – 2026 dalam momentum acara Konferensi Daerah ( Konferda) Kota Yogyakarta INI beberapa waktu lalu, dirinya mengaku siap mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam perbincangan Media Nasional Indonesiapublisher.com ( yang merupakan Link daripada Media Grup RENVOI) dalam edisi Eksklusif Bincang – Bincang Siang ( BBS) dengan Ketua Pengda Kota Yogyakarta INI, Mochamad Dahlan,SH baru+ baru ini saat ditemui di kantornya kawasan Jl. KH Wahid Hasyim No.51, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dijelaskan lagi oleh Mochamad Dahlan, jika sudah berniat berkecimpung di Organisasi profesi INI dan IPPAT, maka semuanya harus diniati dari hati yang tulus dan ikhlas. Jalankan amanah kepercayaan tersebut dengan baik dan sungguh- sungguh. Mengutamakan kepentingan seluruh anggota dan siap bersinergi dengan institusi terkait yang menaunginya Akan tetapi tetap bisa membagi porsi yang ideal waktu disaat untuk keluarga maupun buat organisasi.

Lebih lanjut Mochamad Dahlan mengatakan,  jadi selama kepengurusan saya beberapa program kerja yang sudah berjalan yaitu sebagai berikut: 1. Menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi Kota Yogyakarta. Alhamdulillah ditahun pertama saya itu, kita menggelar Perjanjian Kerjasama ( MOU) dengan dinas Koperasi terkait dengan Akta Pendirian Koperasi Merah Putih ( KMP). Dan untuk KMP Ini, Kota Yogyakarta ini termasuk kriteria kedua setelah Kabupaten Kulonprogo diurutan pertama yang berhasil menyelesaikan KMP. Kebetulan untuk di Kota Yogyakarta untuk jumlah KMP nya terdapat  di 45 Kelurahan, dan sudah selesai semua sesuai target dari dinas Koperasi.

Selanjutnya urai Mochamad Dahlan lagi, beberapa bulan kemudian kita bersinergi dengan Pengda Kota Yogyakarta IPPAT dalam pelaksanaan Seminar terkait dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN RI berkaitan dengan Pelimpahan Wewenang dari Kantor BPN Kota Yogyakarta ke Kantor Wilayah BPN Daerah Istimewa Yogyakarta terkait perpanjangan Hak Guna Bangunan ( HGB). Seminar tersebut diikuti oleh kalangan profesional, artinya memang target kita dari awal tidak menyasar  pada Notaris – PPAT saja. Karena pekerjaan kitakan juga menangani perbankan.Sehingga waktu itu banyak dari kalangan Perbankan yang ikut seminar.

Mochamad Dahlan menjelaskan lagi, karena kalau di DIY itukan ada regulasi sudah ditetapkan sejak zaman eranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang terkait dengan bahwa warga negara keturunan Tionghoa itu tidak boleh memiliki status tanah dengan Hak Milik. Jadikan ini terkait dengan pembiayaan atau penyaluran kredit KPR lewat bank. Kalau bank itukan jika WNI keturunan membeli tanah maka kepemilikan Hak Miliknya harus dilepaskan. Maka itulah dari perbankan sangat antusias sekali untuk mengikuti acara seminar. Walaupun regulasi tersebut terakhir sampai dengan hari ini sudah dicabut dan kembali kepada aturan yang dulu.

Diungkapkan lagi oleh Mochamad Dahlan, lantas untuk progres Pengda Kota Yogyakarta INI lainnya yaitu untuk seksi Kesra ,1. Kita sudah menyantuni keluarga- keluarga Notaris dan PPAT yang sudah meninggal dunia dan sakit. Kemudian juga dari seksi perlindungan profesi Alhamdulillah kita juga sudah melakukan pendampingan.Karena ada salah satu rekan kita yang terkena musibah yang harus berhadapan dengan hukum dan harus diadili. Kemudian kita bersinergi dengan Pengda Kota Yogyakarta IPPAT menggalang bantuan dana untuk meringankan beban rekan kita yang lagi terkena musibah tersebut.

Pada tahun 2026 mendatang kata Mochamad Dahlan, nanti Pengda Kota Kota Yogyakarta INI juga berencana akan menggelar seminar kembali. Tentu dengan mencari lagi sebuah topik seminar yang. nanti sedang up to date dan menarik pastinya ya.

Pada beberapa kesempatan sebagai Ketua Pengda Kota Yogyakarta INI, saya diminta untuk melakukan test wawancara kepada adik -‘adik Anggota Luar Biasa (ALB) INI. Artinya dari sedini mungkin para calon-calon Notaris ini sudah mulai kita arahkan bagaimana untuk menjadi seorang calon Notaris yang baik dan benar tidak semata-mata berorientasi kepada materi . Karena mohon maaf ya kalau sekarang itu memang semuanya itu cenderung kepingin cepat, sehingga dikhawatirkan nanti pasti akan ” nyerempet – nyerempet” dan ” grusa- grusu” dalam bertindak. Karena  itu diakhir tes wawancara pada saat Seleksi ALB INI tersebut saya berpesan kepada adik – adik ALB untuk calon -calon Notaris itu harus memperhatikan rambu-rambu yaitu dengan menjalankan Undang- Undang Jabatan Notaris ( UUJN) dengan baik. Selain UUJN juga berlaku aturan tentang Kode Etik Notaris. Dan pada saat KLB dan RP3 YD di hotel Bidakara sudah berlaku tentang rancangan Kode Etik Notaris yang salah satunya sekarang harus berhati-hati dalam bermedia sosial. Karena disitu sumber dari pelanggaran Kode Etik itu dasarnya dari media sosial. Jadi titik beratnya harus mentaati peraturan UUJN dan Kode Etik Notaris biar selamat hingga pensiun nanti.

Diluar Kesibukannya Sebagai Notaris dan PPAT, Punya Hobi Touring Dan Mancing Di Laut Selatan 

Lalu berkaitan dengan cara melepas kepenatan pikiran dan refresh setelah disibukkan dengan seabrek pekerjaan di kantor sebagai seorang Notaris dan PPAT, untuk itu kata Mochamad Dahlan, di Pengda Kota Yogyakarta INI – IPPAT, kita juga sudah membuat kegiatan berupa sebuah grup untuk mempersatukan hobi yaitu touring grup tersebut kita namakan MC AKTA. Yang mana MC AKTA tersebut terdiri dari para Notaris dan PPAT Kota Yogyakarta yang penghobi touring dengan  sepeda motor dengan jarak touring yang dekat – dekat saja tidak terlalu jauh. Yang terpenting dalam kebersamaan itu bisa kita nikmati bersama . ” Kita tidak mengejar jarak ya,yang penting kita happy.   Kita sudah melakukan touring ke daerah Tawangmangu.rencana ke depan kita akan touring ke Magelang atau daerah lainnya seperti Wonosobo.

Moment Touring MC AKTA Yang merupakan Grup Touring Notaris dan PPAT Pengda Kota Yogyakarta INI dan IPPAT 

Dan masih berbincang terkait hobi, Mochamad Dahlan menjelaskan bahwa hobi lain Saya sedari kecil adalah mancing , tapi mancingnya bukan di sungai akan tetapi di laut berupa mancing Pasiran dan kebetulan di Pengda Kota Yogyakarta INI – IPPAT memiliki hobi yang serupa.

Jadi kita sering berangkat bareng ke Pantai Selatan, berangkat habis subuh nanti pulang sekitar jam 2 atau jam 3 sore. Disini sambil kita menyalurkan hobi sekaligus kita diskusi tentang berbagai hal bisa terkait soal pekerjaan di kantor. Lantas kita cari solusinya dari diskusi itu.

Moment Mochamad Dahlan bersama koleganya Notaris dan PPAT di Kota Yogyakarta saat berfoto sejenak sembari mancing 

Yang penting dapet point juga

m

ternyata moment mancing Pasiran suasananya seru

Mochamad Dahlan menyampaikan, saya untuk pendidikan S1 Fakultas Hukum di Universitas Islam Indonesia ( UII) Yogyakarta angkatan tahun 1989. Kemudian saya mengambil Kenotariatan di Prodi Kenotariatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta angkatan 1996.

Ketika ditanya mengapa kok termotivasi untuk bergelut di dunia profesi Notaris dan PPAT? Mochamad Dahlan membeberkan lagi, jadi latar belakangnya begini, saat itu usai kuliah saya kala itu  tidak terbersitpun  tertarik untuk menjadi seorang Notaris dan PPAT. . Karena saat itu usai kuliah target saya akan bekerja di dunia Perbankan . Lalu selama 1 tahun kerja di Perbankan. Setelah bekerja di perbatasan itu kok malah hati saya merasa kurang sreg begitu ya. Akhirnya saat itu saya memutuskan untuk memutuskan ikut tes masuk Notariat di Universitas Padjajaran Bandung dan UGM Yogyakarta. dan Alhamdulillah dua-: duanya diterima . Akhirnya saya memutuskan memilih Notariat UGM sebab secara histori dosen- dosennya sudah sangat mengenal dan familiar.

Berhubungan dengan motto dalam hidup ini menurut Mochamad Dahlan, selama ini saya selalu menanamkan soal kejujuran . Kalau kita jujur itu pasti kita akan dihargai oleh orang lain. Kita harus jujur kepada siapa saja. Jadi kita tidak boleh berbasa- basi, bercerita soal yang buruk itu baik yang baik menjadi buruk itu tidak begitu ya. Sampaikan apa adanya. Yang kedua kita selalu belajar dari pengalaman yang sudah kita dapatkan. Kita bisa semakin kuat dan maju itu karena kita mau belajar dan pengalaman sebelumnya.

Mochamad Dahlan Juga Terlibat Di bidang Sosial & Keagamaan Dengan Mengelola Yayasan AL- ISLAH

Sementara di luar kegiatan sebagai seorang Notaris dan PPAT, Mochamad Dahlan menjelaskan bahwa dia terlibat di bidang sosial keagamaan seperti berkecimpung di Yayasan Sosial ini kebetulan Yayasan keluarga dan itu saya sudah diminta tolong oleh keluarga untuk mengurusinya. Sehingga di Yayasan Sosial ini semata-mata kita bukan mencari profit melainkan untuk murni sosial keagamaan bersama Yayasan AL -ISLAH didirikan sejak tahun 2002 silam. Dan Alhamdulillah saya dipasrahi untuk mengelola beberapa tanah wakaf. Tanah wakaf itu memang kita gunakan untuk sosial keagamaan dalam hal ini kita membina kerjasama dengan sekolah -: sekolah dan panti .Panti yang kita kelola itu adalah semacam rumah cerdas artinya adalah rumah yang dihuni oleh mahasiswa – mahasiswa berprestasi yang secara ekonomi dia tidak mampu. Jadi kita menyediakan tempat dan fasilitas untuk belajar dan menginap disitu secara cuma-cuma sampai dengan mereka lulus, tapi syaratnya nilai Indeks Prestasi Komulatifnya ( IPK) harus bagus .Dan disitu kita juga bermitra dengan Ustadz untuk mengimbangi antara keilmuan dengan agama. Panti cerdas tersebut berlokasi di daerah Gampang, Sleman.

Mochamad Dahlan saat menemui adik- adik yang mau mondok di Panti Cerdas Yang dikelolanya di Yayasan AL- ISLAH

Alhamdulillah bisa hadir Tasyakuran  Suryo Widiyanto yang sudah lulus S1 nya

inilah rumah Panti Cerdas Yayasan AL- ISLAH yang dikelola oleh Mochamad Dahlan 

Bentuk kegiatan Bhakti sosial di Yayasan AL- ISLAH 

Menurut Mochamad Dahlan, tanah- tanah yang kita kelola itu memang berada di daerah Gamping Sleman,ada juga di belakang kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY). Untuk yang di belakang kampus UMY tersebut kita subsidi untuk operasional dari panti cerdas tadi. Jadi disitu kita punya ruko-;ruko kita sewakan dan hasil dari sewa itu kita subsidi ke pantinya.

Kalau di Pengwil DIY IPPAT saya masuk di bidang Perlindungan Profesi dan di Pengwil DIY INI kalau tidak salah saya berada dibidang hubungan antar lembaga   bersama rekan Indro Putro (Kapengda  Kapengda Sleman INI  – IPPAT). (don/red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed