Kisah Dr. Ana Silviana Redesain Prodi MKn Undip Sehingga Bertambah Maju dan Semakin Diminati Masyarakat

Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Dr. Ana Silviana,S.H.,M.Hum. ( Foto : Jay Mulya Adi Negara – dok : red)

SEMARANG(INDONESIAPUBLISHER.COM) –  Ketua Program Studi (Prodi) Magister Kenotariatan (MKn) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum., mengungkapkan komitmennya dalam membangkitkan kembali ekosistem akademik dan kemahasiswaan pasca-pandemi Covid-19. Upaya ini membuahkan hasil positif dengan aktifnya kembali berbagai kegiatan strategis dan partisipasi mahasiswa dalam ajang bergengsi tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ana Silviana,S.H.,M. Hum  dalam sesi Bincang-Bincang Siang (BBS) eksklusif bersama  Media  Nasional INDONESIAPUBLISHER.COM  pada Sabtu, 12 September 2026 lalu. Pertemuan berlangsung di ruang kerjanya yang terletak di Gedung Sekolah Pascasarjana Undip Lantai 5, Jalan Imam Bardjo SH No. 3-5, Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Tantangan Awal Masa Transisi

Mengingat kembali masa awal jabatannya, Dr. Ana melontarkan bahwa dirinya dilantik pada Februari 2023. Saat itu, aktivitas perkuliahan masih dibatasi oleh sisa-sisa regulasi pandemi.

“Saat awal saya dilantik, proses kegiatan perkuliahan masih berjalan secara daring (online) karena terkendala situasi Covid-19. Pada fase awal itu, kami fokus mendalami internal prodi terlebih dahulu,” ujar Dr. Ana.

Perubahan signifikan baru terjadi pada pertengahan tahun 2023 ketika perkuliahan tatap muka (offline) mulai diberlakukan secara penuh. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi seluruh aset dan organisasi yang ada di bawah naungan Prodi MKn Undip.

Menghidupkan Kembali Organisasi dan Laboratorium

Pemberlakuan kembali kuliah tatap muka membuka ruang bagi prodi untuk membenahi beberapa fasilitas dan organisasi kemahasiswaan yang sempat vakum, di antaranya:

Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan (IMMKn) Undip:

Aktivitas organisasi ini sempat terhenti total akibat pembatasan sosial. Pasca-pandemi, struktur kepengurusan kembali dibentuk dan reorganisasi rutin tahunan kini berjalan normal.

Laboratorium MKn Undip:

Fasilitas yang merupakan hibah dari Ikatan Alumni Magister Kenotariatan (IKANOT) Undip ini sebelumnya tidak berjalan efektif. Saat ini, laboratorium tersebut mulai dioptimalkan kembali untuk menunjang praktik mahasiwa.

Kegiatan Akademik Non-Kurikuler:

Seminar, pendidikan & pelatihan  (diklat), dan workshop keilmuan yang sempat hilang kini kembali dijadwalkan secara berkala.

Dorongan Prestasi di Kancah Nasional

Tidak hanya membenahi internal kampus, Prodi MKn Undip juga gencar mendorong para mahasiswanya untuk unjuk gigi di luar ruang kuliah. Pihak prodi memfasilitasi mahasiswa untuk bersaing dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ternama di seluruh Indonesia.

“Kami mendorong penuh mahasiswa Prodi MKn Undip untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional. Mulai dari Lomba Pembuatan Akta, Lomba Debat hukum antar-Prodi MKn, hingga kompetisi sejenisnya,”jelasnya.

“Pokoknya kita selalu eksis untuk mengikuti setiap event Lomba-lomba antar Prodi MKn baik itu PTN maupun PTS se-Indonesia, baik itu yang telah diselenggarakan di Unversitas Pasundan (Unpas) Bandung, maupun pernah juga di Univresitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta,maupun beberapa kampus Prodi MKn PTN maupun PTS lainnya di Indonesia untuk jenis lomba-lomba yang sama sebelumnya,”tegasnya.

Dalam perjalannya kesini, kemudian kami berkolaborasi manis  bersama IKANOT Undip yang diketuai oleh  Mbak Otty ( Otty Hari Chandra Ubayani,S.H.SpN.,M.H. beserta jajarannya memberdayakan keberadaan Laboratorium  Prodi MKn Undip tersebut. Jadi kita adakan Pelatihan membuat tata cara Teknis Pembuatan Akta Notaris  maupun PPAT  untuk setiap   semester itu setiap kelas karena ruangannya terbatas.

Kemudian  kita  juga ada pembekalan terhadap   mahasiswa yang mau wisuda. Kami   juga membekali  itu dengan cara mengirim mahasiswa.   Saya juga mencari alumni dengan program penyelenggaranya yang kita namakan “SINAU” merupakan singkatan dari Solidaritas Ikatan Alumni Kenotariatan Undip. Jadi memang  awalnya itu kami dari lembaga penddikan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan itu. Nah tapi ternyatakan saya melihat kalau untuk pelatihan menjahit akta di Laboratoriumkan sudah diajarkan.  Maka saya memberikan tantangan kepada “SINAU”  tersebut   bisa  nggak menjadi penyelenggara diklat semacam ini.  Ternyata setelah dicoba Alhasil bisa, sehingga sekarang ini kami  kalau  memberikan pembekalan bagi calon-calon wisudawan itu dihandel langsung oleh SINAU.

“Dulu ketuanya SINAU mas Dr.Unggul Basoeky,  untuk  sekarang Ketua SINAU adalah mbak Neneng. Sehingga setiap ada kegiatan terkait Pelatihan Kenotariatan ya kita berdayakan melalui SINAU, karena temanya kan “Notaris Milenial”.  Jadi  pembekalan   apa saja yang bisa diberikan kepada para calon-calon Alumni tersebut seperti :  terkait perhal Diklat Perkoperasian, kemudian untuk  pelatihan pembuatan Akta-akta yang dibutuhkan yang belum pernah ada termasuk  tema-tema menarik lainnya. Ternyata SINAU mampu untuk menghandel kegiatan itu dengan menghadirkan para narasumber yang andal, profesional dan kompeten  pastinya”,ungkap Dr. Ana Sirviana.

Kita juga telah membuat jejaring untuk kemajuan program pembelajaran di Prodi MKn Undip.  Dan Alhamdulillah  PP IPPAT telah mengadakan perjanjian Kerjasama (MOU) dengan Fakultas Hukum Undip  Semarang  kemarin dan kita sukses kemarin menyelenggarakan Diklat dalam  menghadapi Ujian PPAT dan alhamduliilah animo dan antusiasme  jumlah pesertanya sangat banyak diikuti dari berbagai daerah di Indonesia. Kami juga berencana akan bekerjasama dengan PP INI atau  minimal dengan Pengwil Jawa Tengah  INI dulu.

“Saya  memang pernah matur atau  berbincang dengan Kapengwil Jawa  Tengah INI, Pak Al Halim, intinya bagaimanalah  sebelum   saya memasuki masa purna tugas sebagai Kaprodi   MKn   Undip minimal  ada bentuk jalinan kerjasaama dengan Pengwil Jawa Tengah INI,  entah  nanti menggelar Seminar, Workshop, Diklat  dan kegiatan-kegiatan lainnya.   Semua ini tentu  kita  lakukan demi    kemajuan  Prodi MKn Undip   untuk semakin melangkah di depan,” imbuhnya.

Meskipun pada  saat  ini perlu diakui   bahwa para  alumni dari Prodi MKn Undip sudah  banyak yang menjadi   bukan   hanya menggeluti profesi Notaris dan  PPAT saja.    Banyak yang sudah sukses menjadi pengacara, hakim, jaksa, pengembang, pengusaha, ada pula yang sukses berkarir di Polri, TNI , serta berbagai profesi   maupun  jabatan lainnya.

Diungkapkan oleh  Dr. Ana Silviana, sejauh ini  para mahasiswa dan  Alumni   Notariat  Undip sudah  menyebar dari   berbagai pelosok daerah di seluruh Indonesia. Ini tentu  menjadi  poin tersendiri  bagi kami   selaku jajaran pengelola Program Studi  Magister Kenotariatan Undip Semarang .

Jadi, kata Dr. Ana Silviana,  sesuai  jargon Prodi  MKn Undip  yaitu  “Unggul, Profesional, Bermartabat & Jaya…jaya…jaya?   Jargon resmi yang digaungkan oleh Civitas Akademika MKn Undip mencerminkan visi utama dalam mencetak lulusan di bidang hukum kenotariatan:

Unggul: Memiliki keunggulan akademik yang kompetitif secara nasional maupun internasional. Hal ini juga dibuktikan dengan raihan Akreditasi Unggul yang dipegang oleh prodi MKn Undip dari BAN-PT.

Profesional: Memiliki keahlian, keterampilan, serta kemahiran praktis yang tinggi dalam merancang instrumen hukum (seperti akta-akta otentik) dan menyelesaikan masalah hukum kenotariatan sesuai dengan kode etik profesi.

Bermartabat: Menjunjung tinggi integritas moral, etika, dan nilai-nilai luhur kemanusiaan dalam menjalankan praktik hukum.

Jaya… Jaya… Jaya…: Merupakan wujud optimisme, semangat juang, dan harapan agar program studi beserta seluruh alumninya selalu sukses dan berjaya di masyarakat.

Dalam sistem perkuliahannya, MKn Undip membagi kelas mahasiswa ke dalam 2 kategori utama kelas reguler, yaitu:

  • Kelas Reguler A (Kelas Pagi/Siang): Diperuntukkan bagi mahasiswa perkuliahan jalur reguler penuh waktu (full-time) yang umumnya dilaksanakan pada hari kerja efektif (Senin–Jumat).
  • Kelas Reguler B (Kelas Sore/Khusus): Diperuntukkan bagi mahasiswa yang membutuhkan fleksibilitas waktu perkuliahan, biasanya diisi oleh para pekerja atau profesional yang menempuh kelanjutan studi hukum pada jadwal khusus yang telah disesuaikan oleh fakultas.

“Secara teknis operasional di setiap angkatan, kategori kelas ini nantinya dibagi lagi menjadi beberapa sub-kelas paralel (seperti Kelas A1, A2, B1, B2) bergantung pada jumlah kuota mahasiswa yang diterima pada gelombang masuk semester tersebut untuk menjaga efektivitas proses belajar-mengajar,”pungkas Dr. Ana menutup perbincangan.

Testimoni Atau Kesan Dari Mahasiswa

Salah seorang Mahasiswa Prodi  MKN Undip yang juga pengurus Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa  Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan ( PSDM IMMKn) Undip   asal Kabupaten  Kutai Kartanegara,   Kalimantan Timur,  Dwiko Anugrah,S.H. memeberikan   tanggapannya.   Lebih lanjut dikatakan oleh Dwiko Anugrah,  saat  ini  saya sedang duduk di Semester 2 Prodi MKn Undip.

Mahasiswa Prodi  MKN Undip yang juga pengurus Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa  Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan ( PSDM IMMKn) Undip   asal Kabupaten  Kutai Kartanegara,   Kalimantan Timur,  Dwiko Anugrah,S.H.

Menurut Dwiko, ia  memberikan  soal kesannya sharing   dalam   menapaki perjalanan selama perkuliahan di  Prodi MKn Undip. Dwiko  mengatakan, bahwa studi di Prodi  Mkn  Undip  merupakan sebuah hal  yang baru bagi saya karena  pada saat saya mengambil Strata 1 Fakultas  Hukum  belum diajarkan soal dunia Kenotariatan.   Ini  sebagai  pintu  awal dalam   saya  melangkah  kuliah di Prodi  MKn Undip sekaligus profesi  Notaris dan   PPAT ini sudah  sejak lama saya  impikan sebelumnya.

“Kenapa saya termotivasi  untuk  mengambil  studi di  Prodi   Mkn Undip,  karena  jika melihat dari  latar belakang di daerah  saya tinggal di  Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saat  ini  berprofesi  sebagai   Notaris –  PPAT  punya  potensi  yang  sangat menjanjikan kedepannya. Kebetulan   saya dulu  kerap   mendampingi  ayah  saya  dalam   kepengurusan pertanahan di  PPAT,”ungkapnya.

Menutup perbincangannya, Dwiko mengatakan, secara  keseluruhan ,  dosen  maupun tenaga  pendidik di Prodi  MKn Undip sangat vafiatif dan beragam. Baik  itu dari  cara model  mengajarnya   maupunmetode penyampaiannya.  Cuma memang  secara keseluruhan  sangat   mudah  untuk  dicerna dan   mudah dipahami.   Dosen-dosen  di sini  juga sangat “Well Come’   diajak berdiskusi   dengan mahasiswanya. (yrd/jay/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed