Foto : H. Julius Purnawan,S.H.,M.Si.,Ph.D
JAKARTA(Indonesiapublisher.com)-Organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) karena merupakan organisasi profesi, maka Ketua Umum INI terpilih periode 2026 – 2030 mendatang harus bisa merespon cepat semua kebutuhan anggota, selain itu Kongres juga harus legitimate.
Hal tersebut dikemukakan oleh H. Julius Purnawan, S.H., M.Si, Ph.D. dalam sebuah kesempatan bintang – bincang siang dengan Media Nasional INDONESIAPUBLISHER.COM pada Selasa (31/3/2026) di kantor kawasan Jl.Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan.
Lebih lanjut diuraikan oleh Julius Purnawan, yang baru- baru ini namanya diusulkan oleh beberapa pengda untuk diajukan ke pengwil sebagai bakal calon Ketua Umum INI Periode 2026 – 2030.
Organisasi jangan alergi dari sisi kekritisan anggota, kegalauan anggota, termasuk apa- apa yang sedang dihadapi oleh seluruh para anggota seperti semua hal dengan: perpajakan, akta2 Perseroan Terbatas/PT, dan lain-lain.
Semua itu, kata Julius Purnawan, jika ada masalah, maka Ketum terpilih beserta jajaran pengurus, jika anggota ada masalah harus dibantu dicarikan win- win solusinya, sebaliknya jangan malah digantung dan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan bantuan yang jelas.
Julius Purnawan mengungkapkan,, apalagi semisal tidak ada sebuah ketidakcocokan terhadap organisasi, maka segeralah dibuat koreksi/ kebijakan baru sebagai penyesuaian, misalnya berkenaan dengan POINT-POINT yang sangat terlalu memberatkan untuk: PINDAH WILAYAH kerja jabatan, karena sangat memberatkan jumlah biaya dan poin untuk disetujuinya PERPANJANGAN masa jabatan PENSIUN Notaris.
Hal ini juga dengan konteks adanya biaya kas negara PNBP yang cukup tinggi.
Kalao anggota diperhatikan maka dengan sendirinya anggota akan berpartisipasi aktif berorganisasi.
Selain itu kita harus memandang ke depan, kata Julius, kita juga hendaknya bercermin ke belakang HANYA untuk bisa mengkoreksi Ketua Umum/nakhoda organisasi supaya nantinya tetap berdiri tegak di jalur MENDAHULUKAN ANGGOTA & kepemimpinannya.
Disamping itu, karena organisasi kita adalah organisasi profesi yang non profit, maka organisasi kita harus bisa membantu seluruh anggota dan menyelesaikan masalah – masalah profesi jabatan anggota.
Ketum terpilih harus berjiwa visioner, menjembatani seluruh aspirasi dan kepentingan seluruh anggotanya.
“Jangan selalu bergantung kepada zona nyaman karena ingin akan sangat merugikan kita.
Apalagi sekarang ini mendekati Kongres INI, maka kongres itu harus SAH demokratis dan LEGITIMATE, agar Ketua Umum terpilih bisa berjalan TEGAK dengan baik. Hal ini bisa tercapai TANPA ADA intervensi , instruksi bahkan intimidasi,” sambungnya. (Jay/red)
