Ketua Pengwil Jawa Tengah INI,Dr.H.Al Halim,S.H,M.Kn,M.H ( Atas) dan Sekretaris Pengwil Jawa Tengah INI,Dr Daror Mujahidi,S.H,M.Kn ( Bawah)
SEMARANG(Indonesiapublisher.com)- Apabila seseorang Notaris- PPAT menyatakan diri untuk siap berkiprah sebagai Pengurus di organisasi baik INI maupun IPPAT, sebaiknya ia harus punya visi dan misi yang jelas, mempunyai idealisme untuk membangun dan membesarkan oganisasi, dan harus amanah serta siap melayani seluruh anggotanya. Tak perlu cari reputasi apalagi hanya untuk sekedar gengsi.
Seiring di tengah dinamika organisasi profesi yang kerap diwarnai tarik-menarik kepentingan, pengurus dituntut tidak sekadar tampil di panggung, tetapi benar-benar menghadirkan idealisme dan komitmen yang berpihak pada kemajuan organisasi dan seluruh anggotanya.
Hal itu terungkap dalam perbincangan santai Ketua Pengwil Jawa Tengah INI, Dr.H.Al Halim, S.H,M.Kn,M.H. yang juga mantan Sekretaris Pengwil Jawa Tengah IPPAT dengan Media Nasional Indonesiapublisher.com pada Kamis siang (27/11/2029) di Semarang.
Lebih lanjut. Dr. H. Al Halim,S.H,M.Kn,M.H. mengatakan, visi, misi, idealisme dan komitmen pengurus organisasi adalah fondasi utama penguatan organisasi. Tanpa keduanya, organisasi akan mudah terjebak pada kepentingan sesaat dan sulit mencapai tujuan jangka panjang secara efektif.
“Pengurus itu jangan hanya cari nama, selalu ingin tampil di depan, tapi harus punya visi , misi, idealisme dan komitmen untuk membangun organisasi,” jelasnya..
Bicara visi dan misi tentu sudah kami persiapkan sejak jauh- jauh hari sebelumnya. Lantas bicara soal idealisme, ungkap Dr.Al Halim lagi, merupakan keyakinan teguh para pengurus terhadap uraian dari visi, misi, dan nilai-nilai dasar organisasi.
Bahkan menurut Dr.Al Halim, Idealisme ini menjadi kompas moral dan sumber motivasi internal. Idealisme memastikan setiap langkah, kebijakan, dan keputusan tetap selaras dengan tujuan utama organisasi, bukan sekadar mengikuti kepentingan pribadi, kelompok, atau tren sesaat.
Selain itu, idealisme yang dipahami dan dihidupi bersama akan melahirkan budaya kerja yang positif, beretika, dan berorientasi pada pengabdian. Budaya seperti ini pada akhirnya akan menarik figur-figur yang memiliki visi dan integritas yang sama. Di tengah kritik, dinamika internal, maupun tekanan eksternal, idealisme juga membantu pengurus dan anggota tetap tegak dan konsisten karena mereka percaya bahwa tujuan organisasi adalah sesuatu yang benar dan layak diperjuangkan.
Jika idealisme adalah roh dan alasan organisasi berjalan, maka komitmen adalah wujud nyata dari idealisme itu dalam tindakan. Komitmen tercermin pada kesediaan mengalokasikan waktu, pikiran, tenaga, dan sumber daya demi kemajuan organisasi. Pengurus yang berkomitmen tidak bekerja secara musiman, tetapi menjalankan tugas secara konsisten terlepas dari situasi, kepentingan pribadi, atau suasana hati.
Senada dengan Dr.Al Halim, Sekretaris Pengwil Jawa Tengah INI, Dr.Daror Mujahidi,S.H,M.Kn. menyatakan, Sementara. melalui sebuah Komitmen yang kuat, tidak hanya soal tanggung jawab pribadi dan rasa kepemilikan, tetapi harus didasari oleh nilai-nilai yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota atau pihak yang terlibat. Nilai-nilai inilah yang menjadi motivator utama. Tanggung jawab sebagai kewajiban mungkin membuat seseorang menjalankan tugas, namun nilai-nilai yang bermanfaat akan mendorong pengurus berinvestasi secara emosional dan bekerja melampaui standar minimal.
Notaris dan PPAT di Kabupaten Kendal ini juga mengungkapkan, Ketika anggota melihat bagaimana komitmen bersama dapat meningkatkan kesejahteraan, perkembangan profesi, serta tercapainya tujuan bersama, keterlibatan mereka akan tumbuh secara alami. Mereka tidak sekadar menjadi penonton, tetapi tergerak untuk ikut ambil bagian dalam setiap program dan kebijakan organisasi. Setiap program, tegas Adrian, semestinya mampu melahirkan idealisme sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggota, sehingga organisasi benar-benar dirasakan hadir dalam kehidupan profesional mereka.
“Disisi lain pentingnya keberlanjutan jangka panjang dalam membangun organisasi. Rasa kepemilikan, katanya, bisa bersifat sementara atau bergantung pada sosok tertentu, tetapi nilai-nilai yang disepakati dan dirasakan manfaatnya secara bersama akan menciptakan fondasi yang kokoh dan tahan lama. Manfaat yang dirasakan kolektif itulah yang memastikan komitmen tetap relevan dan berkelanjutan, bahkan ketika terjadi perubahan kepemimpinan maupun dinamika keanggotaan.
“Kebetulan. saya dan Pak Kapengwil Jawa Tengah INI bersama jajaran. baru pulang dari Jakarta usai menghadiri kegiatan acara Kongres Luar Biasa ( KLB) dan Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Diperluas ( RP3 YD) di hotel Bidakara pada tanggal 24 – 26 November 2025.
Tentu semangat juang atau Ghiroh dalam berorganisasi kami semakin kuat dan terpatri dalam lubuk hati sanubari yang terdalam. Untuk itu, kami beserta jajaran siap melayani seluruh anggota Pengwil Jateng Tengah INI, tentu selalu sinkron dan tegak lurus dengan Ketua Umum PP INI”, jelas Dr.Daror Mujahidi,S.H, M.Kn.
Mengakhiri. moment perbincangannya ia mengharapkan pelaksanaan KLB dan RP3YD kali ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi organisasi dan anggota. Keputusan yang tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga menguatkan marwah profesi serta meneguhkan kembali idealisme dan komitmen dalam tubuh Ikatan Notaris Indonesia. (dud/red)
