Satu Tekad Satu Keluarga, Pengda INI Kabupaten Semarang Lepas Merpati di Perayaan HUT ke-118

Notaris- PPAT114 Views

Foto bersama Jajaran Pengda Kabupaten Semarang INI, Ketua Pengwil Jateng INI dan seluruh Notaris Kabupaten Semarang dalam acara Perayaan HUT INI Ke-118 Tahun hari Kamis (2/7/2026) bertempat di Griya Yodesia, Jl.Raya Sruwen, Lemah Abang, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

SEMARANG(Indonesiapublisher.com)– Ikatan Notaris Indonesia (INI) telah menginjak usia yang ke-118 tahun. Menandai momen bersejarah tersebut, Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Semarang INI menggelar perayaan penuh khidmat dan kebersamaan pada Kamis, 2 Juli 2026.
Acara yang mengusung tema bertajuk “Satu Tekad, Satu Keluarga: Memperkuat Kebersamaan & Memperkuat Sinergi Notaris Kabupaten Semarang di Usia Ke-118 Tahun” ini berlangsung sukses di Griya Yodesia, Jl.Raya Sruwen, Lemah Abang, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
laporan dari Ketua Panitia, Pramiko, S.H., M.Kn.
Acara dibuka dengan laporan dari Ketua Panitia, Pramiko, S.H., M.Kn., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota dan kerja keras panitia dalam menyukseskan acara.
Sambutan Ketua Pengda Kabupaten Semarang INI, Otto Hari Tri Sapta Aji, S.H.,
Selanjutnya, Ketua Pengda Kabupaten Semarang INI, Otto Hari Tri Sapta Aji, S.H., dalam sambutannya mengajak seluruh Notaris di Kabupaten Semarang untuk terus menjaga soliditas dan marwah jabatan.
Sambutan Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Tengah INI, Dr. H. Al Halim, S.H., M.Kn., M.H.
Semangat ini juga diperkuat oleh Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Tengah INI, Dr. H. Al Halim, S.H., M.Kn., M.H. yang menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan profesi ke depan.
Seluruh Notaris yang hadir betsiap mengikuti giat Outbond diselingi fun game
Puncak perayaan HUT INI ke- 118 tahun itu ditandai dengan prosesi Birthday Ceremony berupa pemotongan tumpeng oleh Ketua Pengda Kabupaten Semarang INI, didampingi oleh Sekretaris dan Bendahara.
Momentum syukur ini kemudian dikhidmatkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. Ehwan Zamrudi, S.H., M.Kn.
Penyerahan kenang-kenangan kepada Werda Notaris yang baru memasuki masa pensiun, Sri Mulyatsih, S.H., M.Kn. Oleh Ketua Pengda Kabupaten Semarang INI
Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap senioritas profesi, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Werda Notaris yang baru memasuki masa pensiun, Sri Mulyatsih, S.H., M.Kn.
Prosesi pelepasan sepasang burung merpati ke udara, disusul dengan sesi foto bersama.
Kemeriahan dan simbolisasi kebebasan serta perdamaian kemudian digambarkan lewat prosesi pelepasan sepasang burung merpati ke udara, disusul dengan sesi foto bersama.
Pemotongan tumpeng oleh Ketua Pengwil Jateng INI diserahkan kepada Ketua Pengda Kabupaten Semarang INI
Setelah jeda istirahat, sholat, dan makan (ishoma), rangkaian acara ditutup dengan agenda penting berupa Pembinaan oleh Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kabupaten Semarang INI.
Sesi ini menjadi pembekalan krusial bagi para anggota untuk tetap menjalankan tugas sesuai dengan koridor hukum dan kode etik yang berlaku.

*MPD Kabupaten Semarang Intensifkan Pengawasan dan Pembinaan Preventif Demi Kepastian Hukum Notaris*

Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kabupaten Semarang menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga keluhuran martabat dan mutu pelayanan jabatan Notaris. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan intensif bagi para Notaris Kabupaten Semarang pada Kamis, 2 Juli 2026.

MPD Kabupaten Semarang Intensifkan Pengawasan dan Pembinaan Preventif Demi Kepastian Hukum Notaris Oleh Triyono, S.H., M.Kn. selaku Ketua MPD

Kegiatan strategis ini menitikberatkan pada penguatan fungsi pengawasan dan pembinaan preventif sebagai pilar utama pelindung profesi dan penjamin kepastian hukum bagi masyarakat.

Hadir memimpin jalannya pembinaan dari unsur MPD Kabupaten Semarang, Triyono, S.H., M.Kn. selaku Ketua MPD Kabupaten Semarang, dan Nani Ekawati Darmadi Silvia, S.H. selaku Anggota MPD Kabupaten Semarang.

Keduanya memberikan pembekalan mendalam mengenai kepatuhan Notaris di tengah perubahan regulasi nasional yang dinamis.

Dalam arahannya, Ketua MPD Kabupaten Semarang, Triyono, S.H., M.Kn., menyatakan bahwa fungsi pengawasan yang diemban oleh MPD tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai mekanisme penemuan kesalahan atau penindakan pasif.

Sebaliknya, MPD harus bertindak sebagai benteng preventif yang aktif mengawal dan membina notaris sejak dini.
​”Tugas utama MPD adalah memastikan bahwa setiap akta autentik memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna demi melindungi kepentingan hukum masyarakat.

Melalui pembinaan preventif yang ketat dan berkelanjutan, kita meminimalkan risiko administratif maupun yuridis yang dapat menjerat Notaris di kemudian hari. Ini adalah fondasi dari perlindungan profesi yang sesungguhnya,” tegas Triyono.

Sejalan dengan visi tersebut, Anggota MPD Kabupaten Semarang, Nani Ekawati Darmadi Silvia, S.H., memaparkan secara rinci aspek-aspek krusial dalam tertib tata kelola protokol Notaris. Pemeriksaan berkala terhadap buku daftar akta, akta di bawah tangan yang disahkan (legalisasi), pembukuan surat di bawah tangan (waarmerking), hingga ketertiban laporan bulanan, merupakan instrumen wajib yang mutlak dilaksanakan oleh setiap Notaris tanpa kecuali.

Pembinaan MPD Kepada seluruh Notaris Kabupaten Semarang oleh  Nani Ekawati Darmadi Silvia, S.H.,selaku anggota MPD

“Kepatuhan terhadap tata cara formal—mulai dari pemasangan papan jabatan, pelekatan sidik jari penghadap pada minuta akta, adalah tameng hukum utama Notaris. Pengawasan ketat dari MPD dilakukan untuk memastikan instrumen-instrumen ini berjalan secara konsisten, sehingga profesi ini tetap terjaga kehormatannya,” jelas Nani.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung efektivitas pengawasan dan pembinaan yang modern, MPD Kabupaten Semarang bersama Pengurus Daerah Kabupaten Semarang Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I) memperkenalkan inisiatif kolaborasi digital bernama SIMPHONI-MPD (Sistem Informasi Manajemen, Pembinaan, Harmonisasi Organisasi Notaris Indonesia – Majelis Pengawas Daerah).

Sistem ini lahir murni sebagai infrastruktur pendukung yang didasari oleh kebutuhan MPD akan pemantauan kepatuhan Notaris yang lebih terukur, objektif, dan terintegrasi. Dengan SIMPHONI-MPD, proses pelaporan berkala, verifikasi data protokol, dan pelacakan kelayakan administratif anggota dapat dilakukan secara transparan demi menciptakan tata kelola kenotariatan Kabupaten Semarang yang jauh lebih baik di masa depan. (ard/tim/red)