Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas, S.H., M.H : “Siap Berkiprah Di Organisasi Profesi Harus Totalitas, Tetap Menjaga Harmonisasi Dan Sinergitas Dengan Institusi Terkait”

Tips57 Views

Notaris – PPAT  Di Kota  Yogyakarta, Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta ( D.I.Y), Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas, S.H., M.H, dan juga Ketua Pengda Kota Yogyakarta IPPAT 

YOGYAKARTA(Indonesiapublisher.com) –  Selain menjalankan praktik profesinya sebagai Notaris dan PPAT, Muhamad Firdauz Ibnu Pamungkas, S.H., M.H. sangat aktif dalam kegiatan organisasi profesi.

Berikut adalah rincian aktivitas utama beliau di luar tugas kesehariannya: saat ini  Muhamad Firdauz Ibnu Pamungkas, S.H., M.H. menjadi Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IPPAT Kota Yogyakarta. Beliau menjabat sebagai ketua untuk periode kedua (2024–2027) di organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Yogyakarta.

Dalam kesempatan edisi Bincang – Bincang Siang ( BBS) dengan Media Nasional INDONESIAPUBLIDHER.COM  saat ditemui di kantornya di Kawasan Jln. Taman Siswa No.108, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, baru- baru ini, Muhamad Firdauz Ibnu Pamungkas, S.H., M.H. mengungkapkan, saya memang aktif dalam kegiatan Sosial dan Keagamaan.

Ketua Pengda Kota Yogyakarta IPPAT, Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas,S.H,M.H. Bersama kolega dalam sebuah acara terkait dengan kegiatan pelaksanaan Qurban INI IPPAT DIY 1446 H di balaikota Yogyakarta

Melalui organisasi yang dipimpinnya, beliau rutin menginisiasi kegiatan seperti bakti sosial, donor darah, serta pemberian santunan ke panti asuhan sebagai bagian dari program kerja organisasi.

Dia juga menjadi Mentor/Pembimbing Akademisi. Kantor beliau juga terdaftar sebagai lokasi magang bagi mahasiswa hukum, salah satunya dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta,  juga Fakultas Hukum dari Perguruan Tinggi terkemuka lainnya yang menunjukkan perannya dalam membimbing calon praktisi Notaris dan PPAT serta  Praktisi hukum muda.

Fokus utama beliau di luar praktik Notaris – PPAT adalah,  pada penguatan integritas dan sinergi organisasi antar-rekan sejawat serta kemitraan dengan instansi seperti BPN ( Kantor Pertanahan setempat), Badan Kekayaan Aset Daerah ( BKAD), KPP Pratama berikut institusi terkait lainnya.

Lebih lanjut diuraikan oleh dia, saya terpilih kembali sebagai Ketua Pengda Kota Yogyakarta IPPAT untuk periode 2024-2027,  Selain itu juga telah terpilih sebagai Majelis Kehormatan Daerah IPPAT, yaitu Dr Pandam Nur Wulan SH MH, Dyah Maryulina Mumpuni SH, dan Esti Anna Widarsih SH.

Foto bersama dengan Jajaran Pengda Kota Yogyakarta IPPAT,Kantah Kota Yogyakarta dan narasumber 

Muhammad Firdauz  Ibnu Pamungkas menjelaskan, kata kunci sukses dalam menakhodai dan mengemban amanah sebagai Ketua Pengda Kota Yogyakarta IPPAT, diantaranya menerapkan sebuah sinergitas dan harmonisasi jalinan hubungan dengan berbagai institusi terkait,  baik itu dengan Kantor Pertanahan setempat karena sebagai mitra kerja kita terkait dengan Ke- PPAT – an maupun  Pertanahan, terutama berkenaan dengan Sertifikat Elektronik.

Karena kata dia lagi, ini merupakan sebuah tantangan besar dimana ada yang namanya proses alih media. dari Sertifikat Analog menjadi Sertifikat Elektronik. Beberapa kebijakan dari BPN tersebut diterapkan supaya tidak mengganggu proses pelayanan.

Ketua Pengda Kota Yogyakarta IPPAT, Muhammad Firdauz  Ibnu Pamungkas,S.H.,M.H berikan ZIS secara simbolis pada acara baksos dan buka bersama di Panti Asuhan Yatim Putra Muhamaddiyah Senin, 2 Maret 2026

Untuk itu Kota Yogyakarta yang pertama kali melakukan pendaftaran Sertifikat Elektronik karena Kota Yogyakarta dinyatakan sebagai Kota lengkap. Waktu itu Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta meminta bahwa validasi bisa dilakukan secara paralel bersama dengan masuknya Akta. Sehingga tidak menghambat dari segi pelayanan publik.

Diuraikan lagi oleh  Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas, lalu hubungan kita dengan BKAD Kota Yogyakarta, karena selama ini hambatannya selalu dalam proses pengajuan validasi, kalau di Kota Yogyakarta itu dimulai dengan penyesuaian. Nah untuk itu, kita meminta kalau ada perbedaan data antara PBB dengan obyek tanah , saya minta untuk bisa dilakukan di tahun depan. Tetapi prosesnya tetap berjalan tanpa menghambat kita.

Selain itu, kata dia lagi, juga kaitannya dengan KPP Pratama Yogyakarta, selama ini Alhamdulillah berjalan lancar dan sukses, tidak ada masalah. Karena kita selalu menjunjung tinggi prinsip sinergitas dan harmonisasi jalinan hubungan baik tersebut.

Disampingi itu, institusi terkait tersebut dalam setiap kegiatan – kegiatan kita, baik acara – acara Pengda Kota Yogyakarta INI dan IPPAT, mereka selalu kita undang. Seperti yang kemarin terakhir pada hari Senin,2 Maret 2026 kita menyelenggarakan acara baksos dan buka bersama dengan sejumlah  8 Panti Asuhan Anak Yatim bertempat  di Panti Asuhan Putra Muhamaddiyah Jl.Lowanu Kota Yogyakarta. Kegiatan ini sudah berjalan selama 20 kalinya.

Diluar kesibukannya sebagai seorang Notaris dan PPAT ,Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas rupanya juga gemar hobi olahraga gowes / bersepeda , jalan pagi dan lari pagi ( run).  Ini untuk menyeimbangkan kebugaran, karena metode pola  hidup bugar dan sehat itu penting.

Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas,S.H.,M.H. saat asyik bergowes ria bersama koleganya 

Lantas terkait dengan kegiatan sampingannya  di luar Notaris dan PPAT, dia  mengungkapkan, sejak awal saya sudah sadar penuh bahwa kesempatan untuk menjadi seorang Notaris dan PPAT itukan tidak boleh disia-siakan. Sebagai seorang Notaris dan PPAT, saya sadar penuh bahwa kita itu mandiri, sebagai pejabat negara yang tidak digaji oleh negara. Nah disaat sisa- sisa itu, maka rezeki yang saya dapatkan , karena saya dari awal mengoptimalkan pendapatan saya disamping punya hutang karena rekanan bank, karena istri saya seorang ibu rumah tangga, dan dari awal memang saya sudah membuka usaha seperti usaha Swalayan dan penginapan- penginapan di Yogyakarta ini. Dalam hal ini saya juga belajar dari klien saya, usaha yang digeluti apa sih.kalau mereka bisa melakukannya kenapa saya kok tidak bisa? Atas dorongan itu, Alhamdulillah saya mengelola bisnis Swalayan dan penginapan – penginapan dan saya juga mengelola jual beli properti, Berbagai bisnis yang saya kelola tersebut berjalan sangat baik sampai dengan saat ini.

Saat ditanya mengenai motto didalam hidupnya,Muhammad Firdaiz Ibnu Pamungkas mengatakan, motto hidup saya adalah ” hari ini  harus lebih baik daripada hari kemarin”.

Dia juga sudah lama berpengalaman aktif  diberbagai organisasi, baik di organisasi Kemahasiswaan, organisasi Kesiswaan dan organisasi profesi seperti pernah  juga sebagai Ketua Pengda Kota Yogyakarta INI, dan kini menjabat sebagai Ketua Pengda Kota Yogyakarta IPPA.

Adapun ketika  ditanya bagaimana kiat- kiat Suksesnya dalam menjadi nakhoda atau pimpinan sebuah organisasi tersebut?  dia menjelaskan, kalau sebagai pimpinan maka modal utama kita harus punya jiwa Leadership ( Kepemimpinan) yang kuat. Dengan kita bisa memberikan contoh dan suri teladan yang baik, saya yakin seluruh anggota akan mengikutinya.

Dulu, katanya lagi, saat- saat awal saya menjadi Ketua Pengda Kota Yogyakarta INI, terjadi jarak atau “geb” antara yang senior, menengah dengan yunior. Dan Alhamdulillah diera saya sekarang sudah tidak ada jarak lagi antara yang senior, menengah maupun yunior. Alhamdulillah semua bisa membaur menjadi satu seperti saat ini.

Hal tersebut bisa saya buktikan manakala ada pemilihan Ketua Pengwil DIY INI- dan PPAT pada saat itu, mesti perolehan suara di kota Yogyakarta mencapai 100 persen. Dan sebenarnya itu bukan suatu ambisi. Itu kita hanya mengedukasi atau memberi pelajaran kepada rekan-rekan semua bahwa organisasi profesi seperti INI – IPPAT tersebut harus kita rawat dan kita cintai, karena itu milik Kita bersama. Kalau bukan kita yang merawat dan mencintai, lalu siapa lagi, kalau bukan sekarang lalu kapan lagi, karena organisasi profesi Notaris dan PPAT ini milik Kita bersama. Karena jika kalah, juga tidak mengapa, toh kita andaikan kalah juga tidak kehilangan muka.sebaliknya jika yang menang itu juga saudara kita juga kok.

Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas atau yang oleh para koleganya dan rekan sejawat akrab disapa dengan panggilan Gapong tersebut melanjutkan, saya merintis usaha Swalayan dan penginapan – penginapan tersebut sejak tahun 2004 silam, dan dalam perjalanannya juga merambah ke bisnis jual beli properti hingga sekarang ini.

Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas,S.H.,M.H bersama Kolega dalam sebuah moment acara Temu kangen dan Syawalan Alumni Fakultas Hukum UI Angkatan 1985

.Saat ini,Muhammad Firdauz Ibnu Pamungkas juga menjabat selaku Ketua Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Yogyakarta. Lalu juga sebagai Ketua Ikatan Alumni SMAN 4 Yogyakarta . Riwayat pendidikan S 1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia Angkatan 1985. Kemudian menempuh pendidikan Notariatnya di Fakultas Hukum Universitas Gajahmada Angkatan 1992 dan lulus tahun 1994. Juga sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia Angkatan 1985.

Foyo bersama dengan panitia buka bersama dan baksos Pengda Kota Yogyakarta INI dan IPPAT Sera Sekretaris Pengwil DIY INI-,Diana Hexa Dewi,S.H dan Ketua Pengda Kota Yogyakarta INI, Mochamad Dahlan,S.H

Pria berpenampilan kalem ini, namun selalu menerapkan disiplin dan tetap  tampil bersahaja ini,   saat menutup perbincangannya mewanti- wanti kepada adik-adik Anggota Luar Biasa INI yang akan mengikuti Ujian Kode Notaris ( UKEN) serentak di sejumlah 8 Provinsi besar di Indonesia meliputi: Jawa Tengah,Jawa Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Bali ,Banten,Riau dan Jawa Barat pada hari Jumat – Sabtu, 6 – 7 Materi 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia tersebut berharap, kepada adik-adik semua para calon Notaris handal dan professional, saya harap kalian semua dalam menghadapi UKEN ini untuk mempersiapkan diri  dengan sebaik-baiknya. Tetap yakin, percaya diri, nggak usah nervous, tak perlu was- was, yakin kalian semua bisa lulus UKEN dengan hasil yang baik. Maka harus selalu update dan mengupgrate dirinya dengan peraturan – peraturan organisasi INI yang terbaru sebagai wawasan ilmunya. “Mohon doanya juga ya, kebetulan anak saya juga ikut UKEN pada tanggal 6 – 7 Maret 2026 besok,” jelasnya.

Ketika ditanya mengapa kok ingin terjun menggeluti profesi Notaris dan PPAT, dia mengemukakan, begini ceritanya, dulu ayah sayakan seorang Camat dan PPAT Sementara.

“Mohon maaf ya, dulu kan untuk menjadi seorang Notaris dan PPAT harus punya uang. Padahal orang tua saya hanya seorang Pegawai Negeri. Karena itu, saya bisa menjadi seorang Notaris dan PPAT itu sebuah anugerah yang sungguh luar biasa. Ini adalah sebuah kesempatan yang tidak bisa saya sia-siakan begitu saja,”pungkasnya. (edo/zen/red)