Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Karanganyar Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah ( Pengda Kabupaten Karanganyar IPPAT), Budi Santoso,S.H,M.Kn. (Foto : Jay Mulya Adi Negara – Tim Indonesiapublisher.com)
KARANGANYAR(Indonesiapublisher.com) – Notaris dan PPAT yang juga Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Karanganyar Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah ( Pengda Kabupaten Karanganyar IPPAT), Budi Santoso,S.H,M.Kn menyatakan, perlunya membangun dan memperkuat sinergitas serta harmonisasi antara Pengda Kabupaten Karanganyar INI – IPPAT bersama Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret ( Prodi MKN FH UNS) Surakarta dan institusi terkait guna merencanakan kerjasama bersifat strategis yang berdayaguna bermanfaat untuk kepentingan seluruh anggota INI – IPPAT di Kabupaten Karanganyar.
Hal tersebut terungkap dalam wawancara eksklusif antara Media Nasional Indonesiapublisher.com ( Link GROUP RENVOI MEDIA) dengan Ketua Pengda Kabupaten Karanganyar IPPAT, Budi Santoso,S.H,M.Kn. pada Selasa pagi (9/12) di kantornya kawasan Perum Griya Pokoh Asri No. 01 Jalan Jenderal Gatot Subroto , Pokoh, Desa Ngijo, Kec. Tasikmadu, Karanganyar,Jawa Tengah.
Diuraikan oleh Budi Santoso, kami bersama jajaran Pengda Kabupaten Karanganyar INI yang dipimpin oleh bapak Ari Primadyanto,S.H,M.Kn. dari awal memang sudah bertekad untuk saling berkolaborasi, menjalin sinergitas dan harmonisasi bersama institusi terkait selaku mitra kerja kita baik itu Polres setempat, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Karanganyar, Bupati Karanganyar, DPRD, BPN, Badan Keuangan Daerah (BKD) serta Kantor Pajak Pratama Karanganyar dalam menjadi garda terdepan terkait dengan pelayanan publik pada bidang Kenotariatan dan Ke- PPAT-an.
Lebih lanjut dikatakan oleh Budi Santoso, terkadang saya sendiri sampai sekarang masih merasa tidak percaya kok bisa ya saya terpilih pada Konferensi daerah IPPAT Kabupaten Karanganyar saat itu. Tapi sayapun menyadari, karena saya dipercaya untuk mengemban amanah dari rekan-rekan dalam konferda IPPAT,maka saya akan mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan sesungguh-sungguhnya.
Untuk itu lanjut Budi Santoso, Alhamdulillah setelah pelantikan kemarin oleh Ketua Pengwil Jawa Tengah IPPAT, lantas kami langsung tancap gas membuat kepengurusan pengda Kabupaten Karanganyar IPPAT.
“Dan kita langsung bersilaturahmi ke beberapa institusi terkait seperti Bupati,,BKD, BPN dan KPP Pratama Karanganyar. sebagai mitra kerja kita,”ujarnya. Termasuk juga nanti akan berlanjut dengan institusi penegak hukum maupun DPRD Karanganyar.
Budi Santoso juga menjelaskan lagi, Alhamdulillah capaian program dari visi dan misi kami perlahan namun pasti sudah berjalan. Termasuk.juga kemarin itu kami mendapat semacam stimulan atau bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Karanganyar yang berupa uang dalam hal ini mohon maaf untuk jumlahnya tidak perlu saya sebutkan ya. Atas bantuan dana hibah dari Pemkab Karanganyar tersebut, tentu ini sangat excited dan kami sangat mengapresiasinya.
Terkait Peduli Terhadap Korban Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Pulau Sumatera
Disisi lain ungkap Budi Santoso lagi, kemudian dalam membantu saudara – saudara kita yang menjadi korban terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera yang meliputi: Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat, Pengda Kabupaten Karanganyar INI – IPPAT mengadakan penggalangan donasi baik yang berupa uang maupun barang.
Menurut Budi Santoso, bentuk bantuan dari yang berupa barang sudah berhasil kita kumpulkan, berapa: pakaian pantas pakai. Kemudian membeli selimut, tenda, kelambu, yang akan segera kita distribusiikan segera ke tiga Provinsi yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut.
“Izinkan dalam kesempatan ini kami atas nama jajaran Pengurus Daerah Kabupaten Karanganyar INI dan IPPAT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada saudara -saudara kita yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor tersebut. Semoga ini merupakan bencana alam yang terakhir dan harapannya semoga tidak ada bencana lagi yang menyertainya”, jelasnya.
Diutarakan lagi oleh Budi Santoso, soalnya kalau kita melihat di media sosial maupun televisi, hal itu sudah sangat miris sekali, tapi ternyata menurut kabar yang saya dengar dari salah seorang saudara anggota Notaris dan PPAT Karanganyar yang menjadi korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor di sana, dia sering nge-share langsung foto maupun video dari lokasi tempat kejadian terdampak banjir di sana. Kemudian saya juga sempat melakukan komunikasi langsung dari saudara rekan Notaris dan PPAT itu , dan langsung menelepon dia.Kira- kira bentuk bantuan apa saja sih yang betul – betul dibutuhkan di sana. Termasuk terkait dengan vitamin,susu maupun obat- obatan. Sepertinya untuk pasokan bantuan distribusi makanan dan logistik lainnya sudah dikoordinir oleh Pemerintah Pusat.
Budi Santoso melanjutkan, dan terkait dengan kegiatan acara Seminar yang digelar oleh Pengwil Jawa Tengah IPPAT pada 15 Desember 2025 mendatang di hotel Gumaya Kota Semarang, kita akan menurunkan sedikitnya 10 PPAT atau lebih untuk hadir berpartisipasi dalam acara Seminar tersebut.
Moment foto Budi Santoso,S.H,M.Kn saat bersepeda yang merupakan olahraga kegemarannya
Lantas terkait dengan kesibukan lain diluar keseharian sebagai seorang Notaris dan PPAT, dia menjelaskan,saya ini gemar bersepeda setiap hari Sabtu utawa Minggu. Bagi saya, didalam jiwa yang sehat akan tercipta tubuh yang kuat ( menzanaen corporezano). Biasa setiap bangun pagi sehabis subuh kemudian membaca Alqur’an sebentar ,saya bersama keluarga meski dengan durasi barang waktu setengah jam kita sempatkan bersepeda memutar komplek perumahan hingga sampai sekitar alun-alun Kabupaten Karanganyar, saya biasakan untuk bersepeda.
Dan berbicara terkait hoby saya lainnya, ungkap Budi Santoso, untuk disamping olahraga ya gowes atau bersepeda tadi, juga selain ngopi. tapi dalam takaran yang relatif wajar. Selain itu saya juga senang menyanyi guna menghilangkan kepenatan.
Gemar Koleksi dan memelihara kucing Anggora dirumahnya terdiri dari jenis yaitu : Jenis kucing Maine coon, bengal, dan BSH
“Saya dirumah juga hobi memelihara kucing Anggora terdiri dari 3 jenis yaitu : Jenis kucing Maine coon, bengal, dan BSH. Kucing saya itu jumlahnya sekarang antara 30 – 40 ekor.
Saat ditanya tentang motto dalam hidup ini, Budi Santoso menjelaskan, motto dalam hidup saya sederhana saja.” Setiap apa yang kita lakukan pasti akan berbalik kepada kita lagi”. Artinya, apabila kita menanamkan sebuah kebaikan kepada setiap orang, pasti kita akan memanennya buah dari kebaikan tersebut. Maka dari itu,kita harus selalu berhati-hati, cermat dan selalu waspada dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini..
Budi Santoso menyampaikan, kenapa saya termotivasi untuk terpanggil menjadi seorang Notaris dan PPAT? Begini ceritanya. saya ini termasuk salah satu orang yang gemar membaca baik segala macam buku, mass media maupun yang berbagai literasi bacaan lainnya. Saat itu sebelum menjadi Notaris dan PPAT seperti saat ini, saya benar-benar merintis karir dari bawah. Seperti menjadi staf Notaris dan PPAT, waktu itu saya juga punya usaha kecil-kecilan.Kemudian ada dorongan juga dari teman-teman saya yang dulu sama -sama menjadi staf Notaris dan PPAT untuk mengambil program studi Kenotariatan. Buat saya,selama hayat masih dikandung badan, kita mesti belajar terus, sehingga tidak mengenal terbatasnya usia. Sehingga saat ini, disamping berproses sebagai seorang Notaris dan PPAT, saya juga mengelola sebuah usaha kecil-kecilan berupa boutique dan cafe yang dikelola oleh keluarga bernama ” HAGIA”.
Moment Foto Budi Santoso,S.H,M.Kn saat meninjau usaha Boutique yang merupakan bisnis keluarganya
Moment foto Budi Santoso,S.H,M.Kn. beserta keluarganya
Budi Santoso juga menjelaskan bahwa dalam kapasitasnya selaku Ketua Ikatan Alumni Prodi Magister Kenotariatan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta ( IKANOT UNS), kami juga sudah beraudiensi dengan Kaprodi MKN FH UNS yaitu Prof Dr.Rahayu Subekti, S.H., M.Hum., C.LA., C.Med. disitu kita sampaikan ayo kita membuat semacam MOU. Jadi jika nanti ada kegiatan – kegiatan itu bisa bersinergi antara Pengda Kabupaten Karanganyar INI dan IPPAT serta dengan IKANOT UNS. meski baru dalam taraf pembicaraan. Namun kemarin kalau di Pengda Kabupaten Karanganyar INI dan IPPAT malah dari Kaprodi MKN UNS malah sudah beberapa dosen untuk membantu di Prodi MKN UNS.
Diterangkan oleh Budi Santoso, bahwa Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Karanganyar menjalin rencana kerja sama strategis dengan Program Studi Magister Kenotariatan (M.Kn.) Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang kenotariatan dan pertanahan.
Rencana kolaborasi ini diinisiasi oleh IPPAT Karanganyar dan mendapat sambutan hangat dari pihak akademik. Ketua Pengurus Daerah IPPAT Karanganyar, Budi Santoso, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen organisasi profesi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi praktisi.
“Kami menyadari pentingnya sinergi antara dunia praktik dan dunia akademik. Dengan menggandeng Magister Kenotariatan FH UNS, kami berharap dapat memberikan wawasan terkini dan solusi praktis atas dinamika hukum pertanahan dan kenotariatan, baik bagi anggota kami maupun bagi para calon notaris/PPAT,” ujar Budi Santoso S.H., M.Kn.,.
Sementara itu, dari pihak Magister Kenotariatan FH UNS, rencana kerja sama ini diwakili dan disambut baik oleh Prof. Dr. Rahayu Subekti, S.H., M.Hum., C.LA., C.Med., selaku Kepala Program Studi. Prof Rahayu menegaskan bahwa kolaborasi dengan organisasi profesi adalah kunci untuk memastikan lulusan M.Kn. memiliki kesiapan yang matang dan relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Kami sangat antusias dengan inisiatif dari IPPAT Karanganyar. Kerjasama ini akan membuka kesempatan bagi mahasiswa kami untuk mendapatkan pengalaman praktis yang bernilai, memperkaya kurikulum dengan kasus-kasus nyata, serta memperkuat peran kami dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami percaya kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang besar Prof. Dr. Rahayu Subekti,
Beberapa poin utama yang akan dimuat dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang akan segera ditandatangani meliputi:
Pengembangan Akademik: Penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama seperti seminar, lokakarya, dan kuliah pakar dengan melibatkan akademisi dan praktisi.
Riset dan Publikasi: Kolaborasi dalam penelitian terkait isu-isu hukum kontemporer di bidang kenotariatan dan pertanahan di wilayah Karanganyar.
Pengabdian Masyarakat: Pelaksanaan program penyuluhan dan pendampingan hukum bersama bagi masyarakat di Kabupaten Karanganyar.
Kedua belah pihak telah menyepakati langkah tindak lanjut untuk menyusun detail perjanjian dan menjadwalkan penandatanganan MoU secara resmi sebagai landasan formal untuk kegiatan-kegiatan di masa mendatang.
Kampus Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA).
Budi Santoso juga Ikut berpartisipasi dalam pendirian Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA).
Menutup perbincangannya, Budi Santoso mengatakan, sebagai clossing statement pada edisi perbincangan kali ini, dalam memimpin sebuah organisasi itu dibutuhkan seorang Leader atau pemimpin yang punya jiwa kepemimpinan smarth, visioner, bisa mengayomi anggota dan membuat seluruh anggota merasa aman dan nyaman ( ngayemi), memiliki empati kepada anggota dan mendapat simpati dari para anggota, tanpa membeda- bedakan satu sama lainnya dan memiliki kepekaan rasa saling memiliki ( sense of belonging). (tim/red)
